SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Guna memulihkan fungsi ekologis kawasan sekaligus mengurangi risiko bencana akibat kerusakan lahan, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, mulai fokus mendorong rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman kembali tanaman tegakan terutama di kawasan pegunungan wilayah selatan.
"Kami melakukan penanganan lahan kritis untuk mengembalikan fungsi ekologisnya sekaligus mengurangi dampak kerusakan lingkungan dan potensi bencana," jelas Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung Anang Pratistianto, Senin (17/08/2026).
Sementara itu, DLH Tulungagung mencatat sekitar 40 ribu hektare lahan di wilayah tersebut masuk kategori kritis, dengan sekitar 3 ribu hektare di antaranya tergolong sangat kritis. Dan sebagian besar lahan kritis berada di kawasan selatan, antara lain Kecamatan Tanggunggunung, Pucanglaban, dan Besuki.
Pasalnya, lahan yang mengalami kerusakan kehilangan sebagian fungsinya sebagai media tanam maupun pengatur tata air sehingga berpotensi meningkatkan kerentanan lingkungan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi perubahan fungsi kawasan pegunungan menjadi lahan pertanian jagung.
Sebagai bagian dari rehabilitasi, pemerintah daerah mendorong penanaman tanaman tegakan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Salah satu jenis yang dikembangkan adalah tanaman kopi. Selain pemulihan fungsi lahan, penanaman tanaman tegakan diharapkan memberikan alternatif ekonomi sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat dari kawasan tanpa memperluas kerusakan lingkungan.
DLH Tulungagung juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat kawasan yang telah direhabilitasi agar pemulihan fungsi ekologis lahan dapat berlangsung berkelanjutan. "Kami menyediakan bibit tanaman tegakan yang dapat diambil secara gratis oleh masyarakat," ujarnya. tl-01/dsy
Editor : Redaksi