SURABAYAPAGI.com, Jember - Dalam rangka mendongkrak ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember komitmen merealisasikan program ‘Gerobak Cinta’ yang menyasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), dan pedagang sayur (mlijo).
Pasalnya, bantuan ini bukan sekadar gerobak baru, tapi juga dilengkapi cooler box. Alat pendingin ini berguna untuk menjaga kesegaran bahan pangan seperti ikan, ayam, dan daging.
"Gerobak Cinta adalah bentuk kehadiran pemerintah di jantung ekonomi rakyat. Program ini menciptakan lapangan kerja dan menopang perputaran ekonomi harian," jelas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember, Sartini, Minggu (09/11/2025).
Sedangkan untuk penerima program ini berdasarkan Data Tunggal Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Total sasaran penerima tahap pertama adalah 1.282 orang, dipilih dari 2.800 data awal.
"Mereka adalah masyarakat berpenghasilan rendah (desil 1-5) yang bergantung pada usaha mikro," ujarnya.
Pada tahap awal Gerobak Cinta (Gerobak dan Rombong Bantuan Cipta Tangguh) ini menelan anggaran sebesar Rp 12,5 miliar. Program difokuskan pada kawasan pusat kota, sejalan dengan penataan PKL dan revitalisasi ruang publik.
"Pemkab Jember menargetkan pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,3-5,5 persen melalui program ini. Target ini juga didukung pelatihan, akses permodalan, dan digitalisasi pemasaran bagi para pelaku usaha mikro," paparnya.
Sehingga, dengan adanya pembangunan ekonomi Jember fokus pada tiga hal. Yakni, penguatan ekonomi mikro, peningkatan daya saing UMKM, dan penciptaan ekosistem usaha inklusif. Bukan hanya sebagai simbol keadilan ekonomi namun juga sebagai cinta pemerintah untuk rakyatnya. jr-01/dsy
Editor : Desy Ayu