SURABAYAPAGI, Surabaya – Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Surabaya diperbolehkan memanfaatkan lahan kosong milik pemerintah kota yang belum digunakan untuk budi daya ikan dan tanaman. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
"Nanti, hasil dari budi daya itu dapat dijual untuk menambah pendapatan," katanya, Sabtu (4/6/2021).
Baca juga: Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen pada 2025, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota
Eri Cahyadi mencontohkan lahan kosong yang ada di area kantor Kelurahan Sememi dinilai cukup prospek jika dimanfaatkan secara maksimal untuk budi daya lele.
"Nanti kolam ikan yang sudah ada di sana bisa dibesarkan, dibuat ternak ikan lele dan lainnya. Jadi dibudidaya beneran, nanti hasilnya bisa buat warga MBR," katanya.
Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Mendagri, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA saat Lebaran
Eri sebelumnya mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan warga terdampak COVID-19. Apabila warga terdampak itu belum mendapatkan penghasilan, kata dia, maka pemkot akan memberikan intervensi, salah satunya memfasilitasi lahan agar dikelola mereka.
"Misalnya memanfaatkan lahan itu dengan bercocok tanam atau budi daya perikanan. Kalau itu tambak, nanti kami beri benihnya dan nanti itu dikelola oleh warga biar menjadi pemasukan untuk warga Kota Surabaya," ujarnya.
Baca juga: Viral Truk Bawa Sampah Berserakan, DLH Surabaya: Armada Pengangkut Wajib Tertutup dan Laik Jalan
Eri berharap, meski di tengah pandemi COVID-19, roda perekonomian warga Surabaya bisa tetap berjalan. Untuk mendukung hal itu, dibutuhkan sinergi bersama antara warga, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.nt/na
Editor : Mariana Setiawati