Pengamat Politik Unesa: Statement Said Aqil Memuat Politik Adi Luhur

surabayapagi.com
Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Machfud Fauzi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqil,  ternyata menuai beragam tanggapan. Berbeda dengan Pegiat Politik Lalu Ary Kurniawan Hardi, Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Machfud Fauzi sepakat dengan pernyataan bahwa perang biologi telah terjadi di masa pandemi.

Kepada Surabaya Pagi, Rabu (23/6/2021) melalui wawancara virtual, Agus mengaku tidak ada yang salah dengan pemilihan kata perang biologi untuk mendeskripsikan situasi saat ini. Dalam kesempatan yang sama, Agus menjelaskan maksud perang biologi sebagaimana yang disampaikan oleh Said Aqil kepada publik.

Baca juga: UNAIR dan Kemlu RI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Krisis Iklim

"Perang biologi yang disampaikan Pak Said Aqil itu kaitannya dengan vaksin. Penguasa industri kesehatan, vaksin misalkan, menjadi panglima yang dapat menguasai dan mempengaruhi kebijakan suatu negara. Negara yang hanya bisa mengimpor akan didikte oleh negara yang memproduksi vaksin. Berarti, negara itu kalah," jelasnya.

Baca juga: Perkuat Edukasi Mahasiswa Unesa, Dorong Literasi Keuangan Gen Z di Era Digital

Agus menyampaikan bahwa sikap kritis yang dilakukan oleh Said Aqil bukan karena niat melaksanakan politik praktis, melainkan semangat untuk membangun negeri. Mengingat Said Aqil adalah orang yang berada di luar sistem politik, maka apa yang ditampilkan oleh Said Aqil dapat disebut sebagai politik adiluhur.

Baca juga: Satukan Kenangan Bangun Masa Depan, Reuni Akbar FH Unair 2026 Perkuat Ikatan Alumni dan Almamater

"Politik adiluhur adalah politik tingkat tinggi yang sifatnya bukan untuk kepentingan politik praktis, tapi bagaimana memotivasi anak negeri dam pemerintah untuk menghadirkan vaksin secara mandiri," pungkasnya. lad/cr3/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru