SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menekankan penanganan hulu dan hilir terhadap penularan Covid-19, di tengah kondisi darurat Covid-19 di Surabaya.
"Perlu dilakukan penguatan penanganan di hulu dan di hilir. Bagaimana mengendalikan penularan dan penanganan terbaik bagi warga yang terpapar," terang Reni melalui telepon pada Selasa (6/7).
Baca juga: Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen pada 2025, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota
Reni menambahkan perlu tindakan konkrit dari pemerintah kota Surabaya, ditengah terbatasnya ruang isolasi bagi pasien dalam kondisi berat, sedang dan ringan.
Reni mengapresiasi upaya yang dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, beserta jajarannya yang mendirikan rumah sakit lapangan khusus Covid-19, di lapangan tembak Kedung Cowek. Sebagai tindakan penanganan di sisi hilir.
"Ruang isolasi saat ini sangat dibutuhkan di tengah keterbatasan ruang di rumah sakit. Kota mendorong dinas kesehatan supaya segera memindahkan pasien dengan kondisi ringan atau melewati masa kritis untuk dirawat di Asrama Haji. Rumah sakit hanya untuk penderita kondisi berat dan sedang saja," jelasnya.
Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Mendagri, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA saat Lebaran
Sementara itu, penanganan di sisi hulu untuk menekan penularan Covid-19, Reni menekankan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kota. Melainkan kerja bersama warga Surabaya, dengan mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan tidak keluar rumah kalau tidak untuk keperluan mendesak.
"Jangan sampai kondisi darurat ini terus berlangsung. Selama PPKM Darurat harus ada hasilnya. Sehingga ekonomi kembali bergerak normal. Sektor UMKM berjalan sebagaimana biasanya," pungkas Reni. Alq
Baca juga: Viral Truk Bawa Sampah Berserakan, DLH Surabaya: Armada Pengangkut Wajib Tertutup dan Laik Jalan
Editor : Moch Ilham