SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Covifor merupakan obat Covid-19 dari India berupa ampul (injeksi). Obat ini akan digunakan untuk mengobati pasien covid-19 di Indonesia dengan kondisi berat. Diharapkan, obat ini membantu penyembuhan pasien covid-19 di masa pandemi.
“Dengan kondisi covid-19 ini, Kalbe berupaya terus mencari apapun bentuknya. Peran kami untuk pemasaran dan distribusi obat Covifor di Indonesia,” jelas Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius, Minggu (18/7/2021).
Baca juga: Dukung Program SATU TB, Pemkab Magetan Gelar ‘Skrining’ TB dengan X-Ray ASN
Penggunaannya untuk emergensi pada pasien Covid-19 usia dewasa dan remaja (usia 12 tahun lebih), yang memiliki berat badan 40 kg atau lebih dengan kategori berat yang dirawat inap di rumah sakit.
Covifor mengandung zat Remdesivir yang dapat menghambat replikasi virus. Sebelumnya, obat ini sudah digunakan antara lain untuk pengobatan infeksi virus HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C.
Baca juga: Ringankan Beban Berobat, Pemkab Tuban Sediakan Rumah Singgah di Surabaya
Pada awal Oktober ini, PT Parit Padang Global (PPG) ditunjuk oleh PT Amarox Pharma Global (Hetero Group), produsen salah satu obat Covid-19 COVIFOR (Remdesivir). Nantinya, PPG akan mendistribusikan dan menjual Covifor di Indonesia.
Menurut Vice President Distribution Sales & Marketing PT Parit Padang Global Edwin Vega Darma, pendistribusian Covifor harus melalui sejumlah mekanisme. Salah satunya, didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19, Dinas Kesehatan, atau instansi yang memang ditunjuk oleh pemerintah. Hal ini karena Covifor berbentuk ampul (injeksi) yang penggunaannya harus langsung di bawah penanganan dokter.
Baca juga: Fasilitasi Psikologi Klinis Gratis, Pemkot Malang Percepat Layanan di Puskesmas
General Manager PT Amarox Pharma Global Sandeep Sur berharap rumah sakit atau dokter dapat dengan mudah mengakses Covifor. Sebab, COVIFOR hadir di Indonesia untuk mendukung BPJS dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam menanggulangi Covid-19. Dsy11
Editor : Redaksi