SURABAYAPAGI, Malang - Jumlah guru dan tenaga pendidik (tendik) di Kota Malang dan Kota Batu sebanyak 6.356 orang. Dari jumlah tersebut, 5.336 atau 83,9 persen sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama. Vaksinasi ini dilakukan guna menciptakan kekebalan kelompok dari virus corona.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang-Batu, Ema Sumiarti menjelaskan untuk guru dan tendik yang sudah menerima dosis kedua sekitar 5.296 orang atau 83,3 persen. "Itu untuk tendik dan guru tetap berjalan (proses vaksinasi Covid-19)," kata Ema Sumiarti, kemarin.
Baca juga: Kota Malang Diguyur Hujan Deras, BPBD Catat 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir
Selain guru dan tendik, vaksinasi Covid-19 kini juga menyasar para pelajar. Sebagai langkah awal, proses ini dimulai di SMAN 2 Kota Malang dan SMKN 3 Kota Batu, Rabu (4/8). Sekitar masing-masing 1.000 pelajar mendapatkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac.
Baca juga: Kota Malang Percepat Masa Tanam Padi Serentak, Antisipasi Dampak El Nino
Menurut Ema, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kali ini digelar secara serentak di Jatim selama satu hari. Namun untuk pelaksanaan di Kota Batu dibagi dalam dua tahap, yakni masing-masing 500 pelajar per harinya. Langkah ini dilakukan karena menyesuaikan jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terbatas di Kota Batu.
Ema sengaja memilih SMAN 2 Kota Malang dan SMKN 3 Kota Batu sebagai tempat awal vaksinasi karena menyesuaikan jumlah siswa dan vaksin. "Kita cari satu sekolah, kita selesaikan. Jadi kita pemetaan biar mudah. Satu sekolah mana, kebetulan 1.000 yang siswanya ada di SMAN 2 Kota Malang," ujarnya.
Baca juga: Demi Verval Data Warga Miskin, Guru di Jember Rela Tempuh Jarak Jauh hingga Medan Ekstrem
Ema tak menampik kegiatan vaksinasi di sekolah sebagai cara mendukung pembelajaran tatap muka ke depannya. Untuk menerapkan sistem tersebut, guru, tendik dan siswanya harus mendapatkan vaksin Covid-19. Dengan cara ini diharapkan bisa memutus penyebaran Covid-19 dan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).ml1/na
Editor : Mariana Setiawati