SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng kader lingkungan di kota setempat mengedukasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan mengerti cara memanfaatkan sampah.
Nantinya, kader lingkungan juga akan mengajak warga untuk melakukan gerakan perbaikan lingkungan hidup. "Misalnya, mengelola sampah, ketahanan pangan mandiri, penghijauan, pengolahan air limbah, dan pemanfaatan air hujan, serta upaya penghematan energi," Kepala Bagian Administrasi Kerjasama Kota Surabaya Dewi Wahyu Wardani, Kamis (16/9/2021)
Baca juga: Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen pada 2025, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota
Menurut dia, pemkot selama ini melakukan berbagai inovasi untuk pengelolaan sampah di Kota Surabaya, di antarannya program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan pengurangan dan pemilihan sampah mulai dari sumbernya.
Bahkan, lanjut dia, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mewujudkan program gerakan Surabaya Zero Waste (bebas sampah).
Baca juga: Tindaklanjuti Instruksi Mendagri, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Piket dan WFA saat Lebaran
"Kami juga mengoptimalkan pemilahan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS), pengolahan limbah plastik, serta menggubah sampah menjadi energi listrik melalui Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo yang pada 6 Mei 2021 lalu diresmikan oleh Presiden RI," kata Dewi.
Selain itu, kata dia, pemkot juga sudah menggandeng fasilitator lingkungan untuk mendorong peran aktif masyarakat dari berbagai lapisan dalam mengubah Kota Surabaya menjadi kota yang bersih, hijau, dan ramah lingkungan.
Baca juga: Viral Truk Bawa Sampah Berserakan, DLH Surabaya: Armada Pengangkut Wajib Tertutup dan Laik Jalan
Perwakilan Komunitas Nol Sampah Hermawan menyebut, berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, sampah organik menyumbang 54 persen dari total sampah di Kota Surabaya. Oleh sebab itu, komunitas nol sampah mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah sisa makanan.
"Kami fokus pendampingan untuk mengorganisir masyarakat di kampung, sekolah, dan kampus, serta kantor untuk menjadi masyarakat yang peduli dengan lingkungannya. Mereka punya kemampuan untuk mengangkat potensi-potensi di lingkungannya, terutama soal pengolahan sampah," katanya.sb1/na
Editor : Mariana Setiawati