Hari Pertama Tes CPNS Kota Mojokerto, Puluhan Peserta Tidak Hadir

surabayapagi.com
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasati saat meninjau seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sesi pertama dan kedua di Graha Bina Sehat PPNI, Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Selasa (5/10/2021) pagi.SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Puluhan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tidak hadir mengikuti seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sesi pertama dan kedua di Graha Bina Sehat PPNI, Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Selasa (5/10/2021) pagi.

Kepala Kantor Regional II BKN Provinsi Jawa Timur, Heru Purwaka mengatakan dari dua sesi yang sudah berlangsung di hari pertama seleksi SKD ini ada 41 peserta yang absen tanpa keterangan yang jelas.

"Ada 41 orang peserta yang tidak hadir, yakni untuk sesi pertama sebanyak 23 peserta dan sesi kedua sebanyak 18 peserta sedangkan sesi ketiga baru akan dilaksanakan pukul 12 siang nanti," ujarnya usai mendampingi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat meninjau pelaksanaan tes SKD hari pertama.

Ia menyebut, untuk peserta yang tidak hadir otomatis dinyatakan gugur. Karena tes ini sudah memasuki rangkaian kedua tahapan seleksi CPNS setelah proses administrasi.

"Karena tak hadir ya otomatis tidak bisa lolos tahapan selanjutnya. Dan setelah kita telusuri, rata-rata alasan ketidakhadiran mereka lantaran terkendala izin perusahaan tempatnya bekerja," tegasnya.

WhatsApp_Image_2021-10-05_at_12.09.37

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan terdapat 108 formasi yang dibutuhkan Pemkot Mojokerto untuk Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021. Dan formasi itu diperebutkan oleh 1878 peserta selama tiga hari tes.

"Ada 1800 persen peserta yang mengikuti seleksi CPNS Kota Mojokerto, sehingga peluangnya sangat kecil yakni 1 banding 180. Artinya untuk satu formasi diperebutkan 180 peserta," ujarnya usai meninjau pelaksanaan Tes SKD CPNS Kota Mojokerto sesi kedua.

Ning Ita menyebut, kecilnya peluang ini dimaknai bahwa siapapun yang memenangkan kompetisi adu kecerdasan dan keberuntungan ini adalah yang baik diantara yang terbaik.

"Gunakan pengetahuan dan energi terbaik kalian untuk menyelesaikan soal yang harus dijawab pada SKD ini. Saya berharap 108 orang yang lolos SKD ini adalah CASN terbaik yang berkontribusi untuk Pemkot Mojokerto," harapnya.

WhatsApp_Image_2021-10-05_at_12.09.33

Petinggi Pemkot ini menyebut metode Computer Assisted Test (CAT) yang sudah diberlakukan beberapa tahun terakhir ini sebagai bentuk reformasi birokrasi dalam rangka mendapatkan ASN yang berintegritas, profesional dan berorientasi pelayanan publik.

"Kedepankan kejujuran dan kemampuan pribadi. Jangan percaya bujuk rayu diluar sana yang bisa menjamin lolos lewat jalur belakang. Karena tidak ada lagi metode titipan, dan yang lolos ke depan murni hasil kecerdasan dan kemampuan pribadi saat mengikuti tes," tegasnya.

Dengan seleksi yang fair dan terbuka, lanjut Ning Ita, maka akan terjaring ASN yang benar-benar berkualitas yang kedepankan profesionalisme dalam bekerja," pungkasnya.

Sementara itu, dari pantauan Surabaya Pagi, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memantau secara langsung pelaksanaan tes SKD CPNS sesi kedua di Gedung PPNI. Ning Ita didampingi Wakil Wali Kota, Ahmad Rizal Zakaria, Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetya dan sejumlah Kepala OPD.

Petinggi Pemkot ini disambut langsung oleh Kepala Kanreg II BKN Provinsi Jawa Timur, Heru Purwaka dan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan SDM Kota Mojokerto, M. Imron. Dwi

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB
Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB
Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB
Berita Terbaru