Pentahelix Kolaboratif, Kunci Sukses Penanganan Covid-19 di Lamongan

surabayapagi.com
Bupati Yuhronur Efendi saat menjadi narasumber dialog kebudayaan PWI di Kendari Sulteng. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kunci sukses penanganan covid-19 di Lamongan hingga  ditetapkannya PPKM level 1 pertama di Jawa dan Bali, itu semua dilakukan dengan semangat gotong royong pentahelix kolaboratif semua unsur terlibat.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam dialog Kebudayaan bersama Bupati/Wali Kota penerima Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2022 dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Hall Room Radio Republik Indonesia (RRI) di Kendari Sulawesi Tenggara, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Waduk Karangnongko Jadi Solusi Jangka Panjang Banjir Bengawan Jero di Lamongan

Disebutkan olehnya, budaya kolaboratif, budaya gotong royong atau yang sering disebut dengan pentahelix kolaboratif menjadi salah satu identitas dan budaya yang melekat di masyarakat Kabupaten Lamongan.

"Penanganan covid-19 tidak serta Merta bisa ditangani oleh pemerintah daerah, tapi semua unsur harus terlibat pentahelix kolaboratif dengan pendekatan kebudayaan, " ungkap bupati yang biasa dipanggil Pak Yes ini  dihadapan 9 Bupati dan Wali Kota yang juga menerima AK - PWI 2022.

Lebih jauh kata bupati, penanganan covid dengan pentahelix  kolaboratif secara cepat dan masif tersebut, sebagai upaya melindungi warganya dan juga dalam upaya  membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19, dengan gerakan beri seikhlasnya dan ambil secukupnya yang terus ada sampai saat ini.

Selain itu gerakan yang dilakukan oleh bupati lainnya adalah inovasi dengan terus bersosialisasi menerapkan 5 M dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas). "Di Lamongan selain kita berkampanye 5 M dari, kita tambahi satu lagi menjadi  6, satunya adalah Manuto (Nurut red) atau ikuti aturan dan anjuran yang telah ditetapkan," tegasnya.

Baca juga: Program Edufarm Mantup Jadi Pusat Edukasi Peternakan Terpadu Lamongan

Tidak hanya itu, Bupati juga mengungkap tentang upaya mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan dengan menghidupkan potensi kebudayaan.

"Kita ingin mewujudkan kejayaan dengan menghidupkan jejak kejayaan raja Airlangga dan Patih Gajah Mada, patih sakti masa kejayaan kerajaan majapahit, yang makam ibundanya ada di Kabupaten Lamongan. Selain itu kita juga berkomitmen menghidupkan kebudayaan era kerajaan belanda yaitu waduk Prijetan dan Kapal Vanderwijck. Kami meyakini semua akan mengantarkan kejayaan Lamongan," bebernya 

 

Baca juga: Jurnalisme Investigasi, Pers yang Berpihak Pada Kebenaran

Sementara itu, selain  Bupati Yuhronur Efendi yang hadir, ada beberapa kepala daerah yang juga mendapatkan AK-PWI 2022. Dyi antaranya Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran (Datuak Paduko Malano), Bupati Magetan Suprawoto, Bupati Indramayu Nina Agustina, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Sumbawa Barat Musyafirin.

Kemudian ada putra sulung Presiden Jokowi yang juga Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Helmi Hassan, Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, La Bakri, dan Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Hendra Lesmana. jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru