SurabayaPagi, Kediri - Sesuai dengan UU Perbankan, Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan memberikan kredit.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jumlah BPR dan BPRS di Indonesia mencapai 1.646 unit pada September 2021. Salah satunya adalah BPR Prima Dadi Arta yang berlokasi di Pare, Kabupaten Kediri yang telah berdiri sejak tahun 1990.
BPR ini memiliki tingkat pencapaian yang dapat dikatakan spektakuler di awal 2022, yaitu mencapai pertumbuhan aset sebesar 1000 persen dalam 2 bulan terakhir.
Sejak 1990, BPR Prima Dadi Arta melakukan kegiatan operasional secara tradisional sama halnya dengan mayoritas BPR lainnya, sehingga pertumbuhan aset bank ini cenderung lamban.
Namun sejak diakuisisi oleh pemegang saham baru di awal tahun 2022, BPR Prima Dadi Arta bertransformasi dengan visi dan misi yang lebih berpikiran terbuka, sehingga mampu menumbuhkan basis deposito dan kredit secara signifikan.
Hal ini tidak lepas dari dukungan pemegang saham dan strategi manajemen dalam melek digitalisasi dan mampu mengidentifikasi peluang-peluang baru ditengah pandemi Covid-19 dan kelesuan industri keuangan.
“Kami memiliki visi dan misi untuk membawa BPR shifting to the next level sehingga dapat setara dengan bank digital nasional. Namun, semua ini tidak luput dari dukungan yang diberikan oleh OJK Kediri untuk terus menerus memberikan edukasi intensif di bidang kegiatan finansial digital. Oleh karena itu, kami selalu kompak mendukung kesejahteraan regional Jatim secara umum dan Pare Kediri secara khusus dengan tujuan akhir mengubah mindset masyarakat Jatim agar siap menghadapi dunia keuangan 4.0.“ kata Andreas Liando selaku Direktur Utama BPR Prima Dadi Arta dalam rilis yang diterima media ini. Senin (28/3/2022).
Salah satunya adalah melalui kolaborasi kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di teknologi finansial.
BPR Prima Dadi Arta turut berpartisipasi dalam ekosistem digital sehingga dapat menjangkau segmentasi pasar yang lebih luas untuk melayani masyarakat terutama UMKM baik melalui produk simpanan dan juga penyaluran kredit.
Melalui kerjasama ini BPR Prima Dadi Arta berhasil mencatat pertumbuhan aset dari yang sebelumnya hanya Rp 2,7 Miliar menjadi Rp 27 Miliar, dan mampu membukukan peningkatan pendapatan yang lebih pesat.
Target jangka pendeknya adalah membalikkan kondisi BPR yang mencatat kerugian selama beberapa tahun terakhir, mampu membukukan laba/ profit di tahun 2022 . Hal ini menjadi salah satu langkah bagi BPR Prima Dadi Arta untuk dapat memperbaiki layanan bagi masyarakat sekitar dan nasabah-nasabah di seluruh Indonesia yang terhubung melalui teknologi, sehingga pada akhirnya dapat membantu percepatan perekonomian daerah. By
Editor : Redaksi