Tanamkan Ideologi Pancasila, Desa Pancasila di Lamongan Ini Gelar Sarasehan Nasional

surabayapagi.com
Suasana sarasehan yang juga mengundang tokoh nasional cukup menarik. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Desa Balun yang terletak di Kecamatan Turi Lamongan yang juga dikenal sebagai Desa Pancasila karena keharmonisan dalam kemajemukan antar umat beragama, Selasa (7/6/2022) menggelar sarasehan nasional untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022. 

Sarasehan ini dilaksanakan dengan maksud untuk menanamkan, mengajarkan, dan memperkuat nilai-nilai pancasila pada masyarakat Desa Balun, apalagi di desa ini toleransi beragam cukup tinggi, dengan adanya bangunan tempat ibadah semua agama.

Baca juga: Disbudporapar Lamongan Siap Teliti Gapura Arkeologis, dan Usulkan Kawasan Makam Mayang Madu Menjadi Cagar Budaya

Bupati Yuhronur Efendi dalam kesempatan itu menyebutkan,  kebhinekaan di Lamongan ini tidak terlepas dari masa-masa kejayaan Kabupaten Lamongan, mulai pada masa Raja Airlangga yang dilantik oleh para tokoh agama, masa penyebaran ajaran agama Islam yang menggunakan pendekatan akulturasi budaya, juga Gapura Paduraksa yang merupakan hasil akulturasi yang merupakan gerbang kejayaan.

“Sebenarnya yang ingin saya ceritakan adalah bagaimana akulturasi budaya kebhinekaan terjadi di masa lalu, untuk itu yang biasa kita sebut di Lamongan untuk merekonstruksi kejayaan di Kabupaten Lamongan, yang saya lihat ini dibangun dari keberagaman kebhinekaan,” terangnya.

Ditambahkan  Desa Balun merupakan desa yang mampu dan berhasil secara alamiah melestarikan nilai-nilai keberagaman dan bisa menjadikannya harmonisasi sosial.

Baca juga: Kuliner Khas Sego Boran Lamongan, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

"Desa Balun ini adalah salah satu desa yang mampu berhasil secara alamiah bisa melestarikan nilai-nilai keberagaman. Itu bisa menjadikan harmonisasi sosial yang sangat luar biasa, dan dilaksanakan dalam keseharian tanpa rekayasa apapun. Inilah sesungguhnya Desa Pancasila, yang mampu merajut kebhinekaan dari berbagai perbedaan,” tambahnya.

Pak Yes juga mengajak untuk bersama merangkul perbedaan dengan melaksanakan kolaborasi. “Tepat sekali Hari Lahir Pancasila diperingati dengan cara seperti ini, di Desa Balun ini. Hal ini agar kita punya spirit merangkul keberagaman. Perbedaan keragaman ini kita kumpulkan dengan adanya kolaborasi yang akan menjadi energy besar untuk mewujudkan Lamongan yang inklusif,” ujarnya.

Baca juga: Waduk Karangnongko Jadi Solusi Jangka Panjang Banjir Bengawan Jero di Lamongan

 

Sebelum hadir dalam sarasehan, Pak Yes juga meresmikan menara Masjid NU Miftahul Huda di Desa Balun. Sebagaimana diketahui, di Desa Balun tempat ibadah antar umat Islam, Kristen, Budha saling berdekatan, namun hal tersebut tidak lantas menimbulkan perpecahan. Warga Balun senantiasa saling tolong-menolong dan membantu menciptakan keamanan saat salah satu agama memperingati hari besarnya. jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru