Fraksi Gerindra Cetuskan 3 Solusi Bantu Peternak Jatim Terdampak Wabah PMK

surabayapagi.com
Ketua Fraksi Partai Gerindra Gus Fawait (tengah) dan seluruh anggotanya kampanye jangan takut makan daging sapi untuk membantu peternak di Jawa Timur, Kamis (16/6/2022). SP/RKO

SURABAYAPAGI, Surabaya - Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Timur menjadi perhatian utama Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim. Peternak sapi yang hewannya terdampak PMK harus mendapat bantuan. Agar disaat musim panen khususnya jelang Hari Raya Kurban (Idul Adha) bersamaan dengan ajaran baru SD/SMP/SMK, ekonomi peternak tidak semakin terpuruk.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur mengatakan, pihaknya mendapat aspirasi dan keluhan dari para peternak di desa-desa. Untuk itu, Fraksi Partai Gerindra segera memperjuangkan beberapa usulan kepada Pemprov untuk melindungi para peternak agar tidak terpuruk. Ada 3 solusi yang segera diwujudkan dalam waktu dekat ini untuk membantu para peternak yang terdampak. Berupa solusi jangka pendek, bantuan biaya sekolah, dan mengkampanyekan kepada masyarakat luas untuk tidak takut mengkonsumsi daging sapi. “Wabah PMK ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan hewan ternak saja, melainkan juga kepada peternak. Karena banyak hewan ternak yang mati sehingga membuat perekonomian para peternak ini terpukul. Tidak sedikit peternak yang meninggal karena stress tidak memiliki uang,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra Muhammad Fawait, Kamis (16/6/2022).

Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menjelaskan solusi jangka pendek ini adalah memberikan bantuan kepada para peternak sapi yakni budidaya ikan air tawar. Selain  itu menurutnya ada subsidi langsung kepada peternak.  “Karena sebentar lagi kan mau masuk sekolah, banyak anak-anak peternak yang kesulitan biaya mendaftar sekolah. Untuk teknis subsidi tersebut, saya rasa Pemprov yang lebih tahu," jelasnya.

 Kemudian menjelang Hari Raya Idul Adha, seharusnya peternak dapat menjadikan momentum ini untuk menambah pendapatan, kini mereka bakal terancam. "Untuk itu saya mengajak seluruh anggota Fraksi Partai Gerindra yang ada di DPRD Kabupaten/Kota untuk tidak takut mengonsumsi daging sapi,” katanya. 

Sementara itu anggota Fraksi Partai Gerindra Benjamin Kristianto yang juga seorang dokter ini mengatakan virus PMK ini sama dengan Covid-19 yakni jenis virus RNA. Jadi penanganannya sama dengan Covid-19 yakni harus diisolasi 14 hari, dan vaksinnya harus dua kali. “Kalau dalam 14 hari tidak ada gelaja tambahan maka boleh untuk dikonsumsi. Untuk memilih daging sapi yakni berwarna merah dan kenyal. Setelah itu dicuci sebersih mungkin dan cara memasaknya benar-benar matang. Bagi yang suka makan steak di restoran pesan saja yang kematangannya well done,” tuturnya.

Sedangkan anggota Fraksi Partai Gerindra yang lain Hadi Dediansyah mengatakan terkait subsidi kepada anak-anak peternak untuk melanjutkan sekolah tingkat atas (SMA/SMK) yang merupakan wewenang provinsi harus segera dialokasikan. Pasalnya para peternak ini kesulitan keuangan untuk melanjutkan sekolah anak-anaknya. “Yang terpenting peternak sapi ini terdaftar, bukan musiman atau abal-abal,” tegasnya.

Kemudian Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra Noer Soetjipto mengatakan selama tiga hari terakhir, yakni tanggal 13 Juni sapi sakit sebanyak 53125 ekor, mati 231 ekor, potong paksa 188 ekor dan sembuh 8551 ekor. Pada 14 Juni sakit 67445 ekor, mati 238 ekor, potong paksa 274 ekor dan sembuh 9771 ekor. Sedangkan 15 Juni sakit 60174 ekor, mati 279 ekor, potong paksa 288 ekor dan sembuih 10873 ekor. 

Dengan kejadian ini, perlu ada upaya cepat dari pemerintah untuk memberikan alternatif jangka pendek sebagai penguatan ekonomi keluarga peternak. Untuk mengatasi problem sosial dari dampak wabah ini, Dinas Perikanan bisa memberikan solusi bioflok budidaya ikan lele. Bantuan Perangkat pembudidayaan ikan lele ini dalam waktu 2 bulan masyarakat sudah bisa panen dan budidaya lagi. "Kami berharap bantuan budidaya ikan lele seperti itu bisa diberikan kepada peternak terdampak wabah PMK, sebagai solusi ekonomi jangka pendek,"pungkasnya. rko

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru