SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Tuntutan kompensasi terhadap keberadaan tower seluler di Desa Gelanggang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, semakin bulat.
Warga sekitar tower sepakat bersama-sama berjuang untuk mendapatkan haknya berupa kompensasi dari operator tower seluler setinggi sekitar 45 meter tersebut.
Baca juga: Momen Istimewa, Taman Safari Prigen Kenalkan 4 Anak Harimau Sumatera
Hal itu disampaikan oleh Mualif, salah satu warga yang jarak rumahnya paling dekat dengan tower, tidak sampai 20 meter.
"Dalam Minggu ini warga akan kumpul bersama membicarakan tuntutan kompensasi," ujar Mualif melalui telepon selulernya, Selasa (04/10/22).
Baca juga: Jelang Idul Adha, DKP3 Perketat Kesehatan Hewan Kurban Aman di Sejumlah Lapak Pasuruan
Rencananya, lanjut Mualif, pihaknya akan mengundang operator tower, kepala desa, dan pejabat terkait termasuk Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan.
"Kami akan berkirim surat kepada operator tower, kepala desa, camat dan dinas terkait, untuk membicarakan tuntutan warga terkait kompensasi," ucapnya.
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Pasuruan Tembus Rp 120 Ribu Masuki Awal Bulan Ramadhan
Diketahui, tuntutan kompensasi oleh warga terhadap operator tower seluler tersebut mencuat ketika keberadaan tower mengganggu sinyal TV dengan mengeluarkan suara bising. Bahkan, suara itu juga keluar langsung dari tower. Tidak hanya itu, warga selama ini dihantui robohnya tower ketika musim hujan. Tower itu kerap tersambar petir.
Masalah tersebut akhirnya juga menguak kompensasi yang mestinya di terima warga secara kontinyu (setiap tahun), tapi warga tidak menerimanya. Berbeda dengan keberadaan tower di desa sebelah yang secara kontinyu memberikan kompensasi terhadap warga sekitar tower. ris/wo
Editor : Redaksi