SURABAYA PAGI, Bojonegoro- Musim hujan sudah berjalan sejak dua bulan terakhir ini. Kondisi iklim yang berubah, memicu meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro.
Imbasnya, permintaan trombosit di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro turut melonjak beriringan dengan naiknya kasus DBD tersebut. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, dr. Whenny Dyah Prajanti mengatakan, hingga akhir bulan Oktober kemarin tercatat ada 303 kasus DBD di Kabupaten Bojonegoro.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Chikungunya, Dinkes Pamekasan Gerakkan Kader Posyandu
Dua diantaranya hingga meninggal dunia. “Sampai akhir Oktober tercatat 303 kasus, memang tampak kenaikan di bulan November ini. Namun hingga kini untuk bulan November masih belum selesai direkap,” ungkap dr. Whenny, Senin (14/11/2022).
Menurutnya, kasus penyakit yang hampir muncul tiap tahun tersebut terus bertambah akibat musim penghujan dan kelembapan udara. Sehingga jentik-jentik nyamuk semakin cepat berkembang biak. Sehingga menyikapi keadaan demikian, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan peran serta dalam pencegahan DBD dengan gerakan satu rumah satu Jumantik (juru pemantau jentik) untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) selama satu minggu sekali rutin terus menerus.
Baca juga: Diserang Kasus Chikungunya, Pemkab Banyuwangi Terapkan KLM Lokal
“Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan peran sertanya dalam pencegahan DBD dengan gerakan satu rumah satu jumantik,” himbau Whenny. Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bojonegoro dr. Imam Sutrisno mengungkapkan, semakin meningkatnya kasus DBD yang diderita masyarakat, mengakibatkan permintaan trombosit di UDD PMI Kabupaten Bojonegoro semakin tinggi.
Hingga saat ini, ia beberkan, pihaknya sudah menerima permintaan sebanyak 70 kantong trombosit. Padahal sebelumnya, jumlah sebanyak itu merupakan stok dalam satu bulan.
Baca juga: Ratusan Warga di Ponorogo Terserang Wabah Chikungunya
“Hampir 70 kantong untuk hari ini, padahal biasanya sebanyak itu hingga satu bulan, karena ada kenaikan DBD. Selain itu, dimintai juga dari Kabupaten Tuban dan Lamongan,” pungkasnya. (din/her).
Editor : Redaksi