SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tengah tengah gencar-gencarnya menekan kasus chikungunya yang muncul dan menyerang puluhan warga Banyuwangi.
Terdapat kurang lebih 40 laporan kasus Chikungunya pada bulan Februari. Sebelumnya minim laporan adanya penyakit tersebut. Sehingga, hal ini menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan mengimbau masyarakat dapat menerapkan 3M Plus.
“Tercatat ada 9 kasus di Kecamatan Srono, 25 kasus di Kecamatan Cluring dan 6 kasus di Kecamatan Purwoharjo,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Amir Hidayat, Rabu (12/02/2025).
Dengan kemunculan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti itu, Dinkes menetapkan kasus tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) tingkat lokal. Sehingga meningkatkan penanganan di Puskesmas setempat.
Meskipun chikungunya memiliki tingkat fatalitas yang tidak tinggi, pihaknya tetap berpesan agar masyarakat tidak panik dan senantiasa menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus.
“3M plus ini terus kami dorong untuk bisa dilakukan segera. Masyarakat juga bisa menggunakan abate untuk membunuh vektor nyamuk yang bisa didapatkan di Puskesmas secara gratis,” ujarnya.
Pertama menguras tempat-tempat penampungan air yang tidak terpakai atau jarang digunakan, Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air yang digunakan sehari-hari, Mengubur atau memusnahkan benda-benda bekas yang dapat menampung air hujan yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Sementara itu untuk mendeteksi terkait ciri-ciri terkena penyakit chikungunya ini ditandai adanya demam disertai nyeri pada bagian sendi, dan dapat sembuh secara mandiri dalam waktu dua pekan. Sedangkan untuk penangananya sendiri, diterangkan Amir, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu