ANALISA BERITA

Suara Golkar Melonjak Bila Usung Ganjar Jadi Capres

surabayapagi.com
Saiful Mujani, Pendiri SMRC

SURABAYAPAGI, Surabaya - Hasil temuan survei eksperimental yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan suara Partai Golkar akan melonjak bila mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Bahkan, Ganjar Pranowo akan mengubah peta dukungan partai politik.

Survei eksperimental yang dilakukan SMRC untuk menilai efek calon presiden terhadap perolehan suara Partai Golkar.

Baca juga: Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Ada tiga tokoh yang dipilih dan diperlakukan sebagai "treatment", yakni Airlangga Hartarto, Ganjar, dan Erick Thohir. Airlangga dimasukkan karena dia sebagai ketua partai. Ganjar karena ada diskusi di kalangan Golkar untuk diusung calon.

Sementara Erick adalah politikus nonpartai yang selama ini sudah melakukan sosialisasi. Tokoh-tokoh lain yang sudah dideklarasikan oleh partai lain tidak dimasukkan, seperti Prabowo Subianto dan Anies Baswedan

Sebelum melihat efeknya, SMRC melihat variabel kontrol terhadap eksperimen, yakni elektabilitas partai politik. Dalam variabel kontrol tersebut, Partai Golkar mendapatkan suara 11 persen dan berada di urutan ketiga setelah PDIP dan Gerindra.

Survei eksperimental ini hanya menggunakan sampel267 sehingga "margin of error"-nya sekitar 6,1 persen. Umumnya "margin of error" survei nasional SMRC sekitar 3 persen.

Di antara Ganjar, Airlangga, dan Erick Thohir, survei ini menemukan bahwa Ganjar memiliki efek positif pada penguatan suara Golkar.

Baca juga: Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Dalam 'treatment', pertanyaan kuesioner adalah jika Golkar mencalonkan Ganjar sebagai presiden, maka partai atau calon dari partai mana yang akan dipilih? Dalam simulasi ini, Golkar mengalami penguatan dari 11 persen menjadi 17 persen suara. Kenaikan suara Golkar kurang lebih 6 persen.

Namun ada catatan yang sangat menarik, menurut saya, bila Golkar mencalonkan Ganjar, maka suara PDIP menjadi turun dari 25 persen (variabel kontrol) menjadi 18 persen.

Bahwa selama ini, dalam pelbagai survei, PDIP mendapatkan suara selalu melampaui perolehan pada Pemilu 2019. Menurut saya, salah satu unsur suara PDIP tersebut adalah pendukung Ganjar. Jika Ganjar dicalonkan atau pindah ke partai lain, sebagian suara PDIP pindah.

Kalau Ganjar dicalonkan oleh Golkar, dia mengajak (sebagian) pemilihnya pergi ke Golkar.

Baca juga: Mantan Cawapres PDIP Ajak, Semuanya Terima Hasil Pilpres 2024

Jika Golkar mencalonkan Ganjar, peta kekuatan politik partai mengalami perubahan, di mana Gerindra, PDIP, dan Golkar menjadi berimbang. Dia memberi catatan agar PDIP perlu berhati-hati dengan hasil temuan ini.

Kalau PDIP ingin menjaga suaranya, mereka harus hati-hati dengan fakta ini. Jangan sampai Ganjar diambil oleh partai lain.

(Lewat keterangannya dalam Bedah Politik bertajuk "Siapa Capres yang Membantu Menaikkan Golkar? yang tayang di Youtube SMRC TV, Kamis (17 November 2022)

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru