SURABAYAPAGI.com, Blitar – Warga Desa Tanjung, Kec. Udanawu, Kab. Blitar, kemarin sore (Jumat, 7 Agustus 2026) sekitar pukul 16.00 dikejutkan dengan adanya sosok wanita paruh baya mengapung dan telanjang, hanya berbalut sebuah handuk dan sandal jepit di sampingnya, di kolam ikan koi milik Akromul Huda (56), warga setempat.
Temuan jasad korban wanita tanpa identitas itu bermula dari saksi Basori, yang juga warga Desa Tanjung, ketika mencari pakan ternaknya dan melewati kolam ikan koi. Saat melintas dekat kolam, Basori melihat sosok wanita mengapung di kolam tanpa bergerak. Atas temuan itu, dilaporkan ke pemilik kolam ikan koi dan diteruskan ke kantor desa, lalu diteruskan ke Polsek Udanawu.
Kejadian tersebut, menurut Kapolsek Udanawu AKP Rohkan melalui Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar, temuan jasad wanita yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya, akhirnya diketahui setelah Polsek Udanawu bersama unit Identifikasi Sat. Reskrim serta keterangan saksi-saksi bahwa korban wanita tersebut adalah Malikah (40), warga Desa/Kec. Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
Saat polisi olah TKP dan evakuasi korban, kebetulan ada seorang bernama Siswanto (49), warga Desa Ringinrejo, Kab. Kediri, lewat dan melihat evakuasi, dan saksi Siswanto kenal korban. Ternyata saksi adalah ketua RT Desa Ringinrejo sekaligus warganya yang dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Kamis malam (6 Agustus 2026).
"Setelah ada warga Kediri yang kebetulan lewat, melihat evakuasi korban, ternyata warga Kediri tersebut merupakan Ketua RT Desa Ringinrejo di mana korban adalah warganya. Atas hilangnya korban dari rumahnya, keluarganya melapor ke Polsek Ringinrejo, Kediri," terang AKP Samsul.
Selanjutnya, untuk memastikan kondisi korban, petugas membawa ke RSUD Srengat untuk keabsahan dan mengetahui penyebab meninggalnya berdasarkan hasil visum dokter. Pemeriksaan dokter RSUD Srengat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Sedangkan menurut keterangan keluarga pada petugas Polsek Udanawu, korban memiliki riwayat depresi semenjak pulang kerja dari Malaysia. Untuk pengobatan, setiap bulan korban mendapat obat dari Puskesmas Ringinrejo, namun beberapa hari terakhir ini tidak mau mengonsumsi obat sama sekali. Juga korban sempat mau bunuh diri, dan setiap keluar rumah korban hanya menggunakan sarung atau selimut untuk menutupi badannya.
"Setelah diketahui identitas korban dan pihak keluarga menyadari atas kejadian itu, pihak keluarga pasrah atas musibah tersebut. Setelah korban diserahkan polisi, langsung dibawa pulang pihak keluarganya," pungkas AKP Samsul Anwar. Les
Editor : Redaksi