SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Minimnya jaringan penerbangan antar destinasi wisata unggulan di Indonesia masih menjadi kendala dalam pengembangan industri pariwisata. Padahal konektifitas antar jaringan seperti itu memegang peranan yang sangat penting untuk pengembangan pariwisata ke depannya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, M Yanuar Bramuda mengatakan, jika jaringan penerbangan antar destinasi unggulan itu sudah terkoneksi dengan baik, maka akan berdampak luar biasa pada pengembangan pariwisata.
Baca juga: Atasi Macet Ketapang, Dermaga Bulusan Banyuwangi Didorong Kembali Beroperasi
"Misalnya, setelah berwisata di Yogyakarta, kemudian kepingin melanjutkan ke Banyuwangi, kan tidak bisa langsung, tapi masih harus melalui daerah lain dulu. Kalau masalah itu sudah bisa diatasi, hasilnya pasti akan luar biasa bagi pariwisata," kata Bramuda kepada Surabaya Pagi, di kantornya, Jum'at (9/12/2022).
Baca juga: Siap Dibuka 28 September, Tiket Online Kawasan Taman Kawah Ijen Sudah Bisa Dipesan
Saat disinggung tentang pengaruhnya terhadap industri pariwisata Banyuwangi, menurut Bramuda, dampaknya juga sangat terasa.
Baca juga: Karhutla Telah Padam, Taman Wisata Kawah Ijen Masih Ditutup Sementara
“Tahun 2022 ini target wisatawan ke Banyuwangi memang sudah terpenuhi, yaitu 2,5 juta wisatawan domestik dan mancanegara. Namun sebenarnya itu masih bisa maksimal lagi kalau jaringan antar destinasi yang ada di Indonesia sudah bisa terkoneksi dengan baik,” ungkap Bramuda. bud
Editor : Redaksi