SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Minimnya jaringan penerbangan antar destinasi wisata unggulan di Indonesia masih menjadi kendala dalam pengembangan industri pariwisata. Padahal konektifitas antar jaringan seperti itu memegang peranan yang sangat penting untuk pengembangan pariwisata ke depannya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, M Yanuar Bramuda mengatakan, jika jaringan penerbangan antar destinasi unggulan itu sudah terkoneksi dengan baik, maka akan berdampak luar biasa pada pengembangan pariwisata.
Baca juga: Ratusan Pengemudi Becak Listrik Program Bantuan Prabowo Bakal Terima Pembinaan
"Misalnya, setelah berwisata di Yogyakarta, kemudian kepingin melanjutkan ke Banyuwangi, kan tidak bisa langsung, tapi masih harus melalui daerah lain dulu. Kalau masalah itu sudah bisa diatasi, hasilnya pasti akan luar biasa bagi pariwisata," kata Bramuda kepada Surabaya Pagi, di kantornya, Jum'at (9/12/2022).
Baca juga: Berkah Libur Isra Miraj 2026, Omzet UMKM di Banyuwangi Ikut Melonjak
Saat disinggung tentang pengaruhnya terhadap industri pariwisata Banyuwangi, menurut Bramuda, dampaknya juga sangat terasa.
Baca juga: Pesona Pantai Pulau Santen, Getah Pohonnya Dipercaya Ampuh Obati Mata Merah Akibat Air Laut
“Tahun 2022 ini target wisatawan ke Banyuwangi memang sudah terpenuhi, yaitu 2,5 juta wisatawan domestik dan mancanegara. Namun sebenarnya itu masih bisa maksimal lagi kalau jaringan antar destinasi yang ada di Indonesia sudah bisa terkoneksi dengan baik,” ungkap Bramuda. bud
Editor : Redaksi