Tersiksa Polusi Udara, Warga Demo Pabrik Bata Ringan

surabayapagi.com
Puluhan warga Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, tengah meluruk pabrik bata ringan PT Superior Prima Sukses, kemarin pagi.  

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Puluhan warga Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, meluruk gerbang PT Superior Prima Sukses, kemarin pagi. 

Pabrik bata ringan tersebut diprotes warga lantaran pengolahan limbahnya bermasalah. Warga mengeluhkan bau tak sedap dan debu bertebaran yang mencemari lingkungan sekitar pabrik akibat rusaknya salah satu alat pemrosesan limbah.

Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala

Sekitar 25 warga Desa Kembangringgit yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berbondong-bondong memadati pintu utama pabrik bata ringan. Bukan tanpa tujuan, mereka meminta kejelasan pihak PT Superior Prima Sukses lantaran terganggu adanya dugaan pencemaran lingkungan imbas produksi bata ringan.

Sejak tiga hari terakhir warga sekitar pabrik mengeluhkan meningkatnya debu dan bau tak sedap imbas pengolahan limbah bata ringan yang terbawa angin ke permukiman. ’’Aksi protes warga itu mulai Jumat (6/1) petang dan tadi (kemarin) pagi. Mereka protes karena debu dan bau dari pengolahan limbah. Warga minta mediasi dengan pihak pabrik, tidak sampai blokade pintu (utama),’’ ungkap Kades Kembangringgit Pungging Matuhan, kemarin.

Baca juga: Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

Adanya dugaan pencemaran lingkungan tersebut disinyalir dipicu kerusakan alat pengolahan limbah bata ringan milik pabrik. Sehingga, warga Dusun Bajangan, lokasi terdekat dengan pabrik, terimbas limbah bata ringan tersebut. ’’Karena ada kebocoran alat penghancur bata ringan untuk didaur ulang sejak sekitar tiga hari lalu. Sebenarnya ini sudah terjadi sejak sekitar setahun terakhir, tapi pihak pabrik langsung merespon,’’ bebernya.

Aksi protes warga kemarin pagi langsung direspon pihak pabrik bata ringan sehingga langsung dilakukan mediasi kedua pihak. Proses mediasi pun menemui hasil dan jalan tengah. ’’Tujuan dan yang ditekankan warga itu ketika ada kerusakan supaya segera diperbaiki sehingga tidak ada pencemaran. Hasilnya, pihak perusahaan menyanggupi segera memperbaiki sampai Senin (9/1). Kalau nanti masih berdebu dan sebagainya, ya pabrik kami stop sementara. Jangan sampai menimbulkan kerugian banyak orang,’’ tandas kades.

Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan

Hingga berita ini ditulis, pihak PT Superior Prima Sukses belum memberikan keterangan resmi. Lantaran jajaran manajemen sedang tidak berada di pabrik kemarin. ’’Mungkin bisa kembali lagi ke sini waktu hari efektif,’’ sebut salah seorang petugas security. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru