Sidak di Pasar Tradisional Kota Mojokerto, JFAK Ahli Utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur Temukan Kenaikan Harga Beras

surabayapagi.com
Tim Disperindag Provinsi Jawa Timur saat melakukan sidak di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pejabat Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) Ahli Utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan beras di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, Kamis (2/2) pagi.

Tim yang terdiri dari lima orang ini dipimpin oleh Dr. Drajat Irawan, SE, SH, MT, M.Si, Analis Kebijakan Ahli Utama Spesialisasai Perindustrian dan Perdagangan didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya.

Sidak ini diawali dengan mendatangi agen beras dan kios yang ada di dalam pasar. Tim juga memantau kegiatan operasi pasar murah yang digelar Diskopukmperindag didepan pintu masuk pasar Tanjung Anyar.

Setelah itu, tim bergeser ke Koperasi Anisah yang terletak di Jalan Pekayon, Kecamatan Kranggan dan kemudian menggelar pertemuan dengan Gapoktan Kota Mojokerto di Aula Kantor Diskopukmperindag setempat.

Kepada Surabaya Pagi, Drajat Irawan, Analis Kebijakan Ahli Utama Spesialisasai Perindustrian dan Perdagangan mengatakan kegiatan sidak harga dan ketersediaan beras ini dilakukan untuk memantau secara langsung fluktuasi harga beras, khususnya yang ada di Kota Mojokerto.

“Kita sudah mendatangi toko dan agen beras yang ada di Pasar Tanjung Anyar. Ternyata memang ada kenaikan, tadi ada yang jual Rp. 11 ribu per kilogramnya, padahal Harga Eceran Tertingginya Rp. 9450 per kilogramnya," jelasnya.

Menurut Drajad, kenaikan harga beras ini banyak disebabkan oleh faktor cuaca musim penghujan dan belum masuk masa panen raya, sehingga pasokan beras tidak maksimal karena hasil panen petani rusak.

“Minggu kedua dan ketiga bulan Pebruari ini akan ada panen raya, semoga bisa menekan kenaikan harga beras dipasaran," harapnya.

Mantan Kepala Disperindag Provinsi Jatim ini juga mengapresiasi kegiatan operasi pasar murah yang digelar oleh Diskopukmperindag.

Pasalnya, kegiatan tersebut bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan beras kelas medium maupun premiun dengan mudah dan murah.

"Operasi pasar ini kan sekaligus bagian dari upaya menekan inflasi daerah," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan untuk saat ini stok beras di Kota Mojokerto masih aman meskipun terjadi kenaikan harga di pasaran.

Untuk itu, pihaknya gencar melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga makanan pokok tersebut.

"Kita masifkan operasi pasar murah, seminggu tiga kali. Selain menjual beras, kita juga menjual gula, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih dan ayam potong," ujarnya.

Masih kata Ani, Pemerintah Kota Mojokerto juga akan mendorong koperasi - koperasi di Kota Mojokerto untuk menjadi RPK (Rumah Pangan Kita) bekerja sama dengan BULOG dalam menyalurkan kebutuhan sembako, sehingga ketersediaan dan kestabilan harga aman.

"Koperasi Annisa yang di kunjungi tim Disperindag Provinsi hari ini menjadi salah satu percontohan RPK," tukasnya. Dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru