SURABAYAPAGI.COM, Sampang - Akibat Kinerja kurang profesional perusahaan daerah air minum (PDAM) Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur memalukan terus menuai kritikkan pedas dari forum Kajian publik (FKP).
Heru Susanto selaku Ketua Forum Kajian Publik (FKP) mengatakan bahwa kinerja PDAM Trunojoyo Kabupaten Sampang sangat kurang profesional. Hal ini terbukti,ketika ada problem atau kerusakan diwilayah Kecamatan Omben, masih harus pinjam alat ke Kabupaten lain.
Baca juga: PDAM Surabaya Tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Kejaksaan
" Memalukan sekali, sekelas kabupaten tidak punya mesin cadangan dan harus pinjam ke kabupaten lain. Hanya terpikir fokus pada kenaikan tarif saja,"ujar Heru, Sabtu (29/4/2023). Heru meminta perlu kiranya, pihak pihak terkait melakukan audit besar besaran pada PDAM Trunojoyo.
Baca juga: Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci PAM Jaya Capai Target Layanan 100%
" Saya lihat selama 10 tahun ini, polemik layanan konsumen masih menjadi persoalan utama,"katanya. Dia juga menyinggung, dulu seingat pihaknya pada tahun 2018 PADM Sampang, per-bulan omsetnya Rp 1 milyard.
" Jadi kalau 1 tahun Rp 12 miliar belum dipotong operasional dan retribusi ke PAD sebesar 50 persen. Dengan jumlah pelanggan kalau tidak salah 11 ribu lebih. Nah kalau sekarang ini, saya tidak ngerti berapa jumlah pelanggan dan berapa omset yang didapat tiap bulannya,"ungkapnya.
Baca juga: Pelayanan Perumda Air Minum Surya Sembada Jangkau 100 Persen Masyarakat Surabaya
Untuk itu, pihaknya berharap pada Dewan pengawas PDAM lebih profesional dalam pengawasannya. " Supaya kinerja personil PDAM lebih baik, agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sehat,"pintanya.gan
Editor : Redaksi