SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo mengungkapkan bahwa inflasi di Kota Probolinggo pada bulan April 2023 mencapai 0,45 persen. Tingkat inflasi pada bulan April ini meningkat jika dibandingkan bulan Maret lalu yang hanya 0,42 persen.
Selain itu, angka ini juga merupakan yang tertinggi di antara kota dengan indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur bersama Kabupaten Sumenep.
Baca juga: Ranu Sentong Bakal Jadi Destinasi Wisata Ekologis Baru di Probolinggo
Kepala BPS Kota Probolinggo Heri Sulistio mengatakan bahwa momen Ramadhan yang bersamaan dengan Idul Fitri 1444 H pada April berkontribusi terhadap laju inflasi yang cukup tinggi.
Sementara untuk inflasi tahunan, lanjut Heri, tercatat 1,06 persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 1,08 persen.
“Tidak ada kota di Jatim yang mengalami deflasi. Tertinggi Probolinggo, tapi masih lebih rendah daripada periode sama tahun lalu,” kata Heri, Selasa (2/5/2023).
Baca juga: Menara Air Randu Pangger Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru Berbasis Sejarah dan Edukasi
Menurutnya, sangat penting untuk menjaga inflasi tetap di bawah 5 persen sesuai dengan harapan pemerintah.
Ia menjelaskan, penyebab inflasi pada April lalu dipicu kenaikan sejumlah kebutuhan pokok. Mulai dari beras, emas, daging sapi, daging ayam, hingga rokok. Heri menilai kondisi ini wajar terjadi pada momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Baca juga: Warga Probolinggo Pilih Ngungsi, 4 Desa di Lereng Bromo Terendam Banjir
“Sementara tahun ini, inflasi Probolinggo tertinggi banyak faktor. Seperti di sini bukan penghasil ayam ras. Jadi, kenaikannya cukup tinggi,” ujarnya.
Hal itu disebabkan karena tahun lalu merupakan saat awal masyarakat bisa hidup normal usai terdampak pandemi Covid-19. Di samping itu, banyak pula masyarakat yang kembali bekerja setelah sempat dirumahkan. prb
Editor : Redaksi