SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Alasan data LHKPN, tak akurat, karena diisi staf, tak bisa diterima. Contohnya dalih dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung, Reihana. Saat diklarifikasi KPK ada aset yang tak masuk LHKPN, Reihana, salahkan stafnya, KPK, tak peduli. Kini KPK terus mengusut harta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung, Reihana, yang jadi sorotan publik gara-gara pamer hidup mewah.
Pahala Nainggolan, mengatakan Reihana memiliki enam rekening bank, namun hanya satu yang dilaporkan dalam LHKPN. "Ada enam (rekening bank). Yang dilaporin satu," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2023).
Baca juga: Menag Naik Jet Pribadi, Lapor KPK, Khawatir Dituding Gratifikasi
Dia mengatakan Reihana juga pernah diklarifikasi terkait LHKPN pada 2021. Saat itu, KPK menemukan Reihana tidak jujur dalam melaporkan kepemilikan rekening bank. "Begitu ramai saya tanya, ini pernah (diklarifikasi) pas 2021. Lalu hasilnya apa? Nggak ada. Baru kita tahu banknya kok nggak dilaporin yang lima. Sekarang nggak dilaporin lagi," ujar Pahala.
Pengakuan Reihana
Pengakuan Kadinkes Lampung, Reihana, saat diklarifikasi KPK, Reihana mengaku LHKPN miliknya diisi oleh stafnya.
Pahala mengaku KPK tidak mempersoalkan dalih yang digunakan Reihana. Menurutnya, KPK fokus pada kekayaan Reihana yang dinilai tidak sesuai dengan profil dan jabatan yang diembannya. "Kalau tanggung jawab mah tetap yang namanya. Yang ngisi siapa nggak penting dan salah juga. Tapi akibatnya begitu kita tanya, ini kita dapat informasi kenapa banknmu nggak diisi, 'oh itu staf saya yang isi'. Kenapa kamu nggak ada penambahan harta? Padahal kalau dilihat dari penerimaannya dan pengeluarannya kan, 'oh itu staf saya yang isi'," jelas Pahala.
Baca juga: KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi
"Jadi kalau ditanya staf saya, staf saya. Jadi ngisi stafnya itu bukan soal siapa yang ngisi tapi dia jadi lepas tanggung jawab," tambahnya.
Data Perbankan
Data perbankan dari enam rekening milik Reihana kini telah dikantongi KPK. Kadinkes Lampung itu bakal dipanggil lagi untuk diklarifikasi mengenai asal usul kekayaannya pada pekan depan.
Baca juga: Yaqut Praperadilan KPK, Disenyumi Lembaga Antirasuah
"Beberapa rekening bank tidak dilaporkan nah baru kemarin kita dapat rekening banknya. Kita lihat isinya dan kita putuskan minggu depan kita panggil (lagi)," kata Pahala.
Reihana, mengaku sudah 14 tahun jadi Kadinkes Lampung. Tapi harta yang dilaporkan ke LHKPN cuma Rp 2 miliar.
"Kecil lah 14 tahun jadi (kepala) dinas masa hartanya cuman Rp 2 miliar. Yang bener-bener aja," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan . n erc/rmc
Editor : Moch Ilham