BSI Bersama RMI NU Dorong Digitalisasi Ponpes Melalui Digitrend

surabayapagi.com
KH. Syakir Ridho Ketua RMI NU Sidoarjo. SP/ HIKMAH

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan literasi keuangan, bisnis to bisnis serta mendorong digitalisasi pesantren, Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sidoarjo menggulirkan program Digitren untuk pondok pesantren yang tergabung dalam asosiasi ponpes Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Sidoarjo.

Sebelumnya, sejak BSI berdiri telah digagas kerja sama dengan pesantren secara 'door to door' namun untuk percepatan pengembangan kini   BSI menggandeng RMI NU dalam program digitrend, yang sejatinya sebagai total solution yang diberikan oleh Bank Syariah Indonesia untuk seluruh stakeholder di pondok pesantren.

Baca juga: Pemdes Klurak Gelar Pelantikan Jabatan Perangkat Desa Klurak

Dimana layanan ini memberikan akses transaksi yang cashless sehingga seluruh transaksi di pondok dapat dilakukan dengan tanpa peredaran uang tunai.

Hal tersebut diungkapkan Bidang Islami Ekosistem BSI, Moh Habibi  dalam acara Halal BI Halal RMI NU pasca Idul Fitri 1444 H bertempat di Aula Kemenag Kabupaten Sidoarjo  bersama sedikitnya 200 lebih pengurus Pondok Pesantren  anggota RMI Nahdlatul Ulama Sidoarjo,  Rabu (10/05/2023).

Selanjutnya Habibi juga  mengatakan, program digitrend akan memudahkan orang tua dalam memonitor perkembangan anak.

Baca juga: Rehab Berat SDN Sepanjang 2 Taman Harus Berkualitas

Mulai dari aktifitas di pondok pesantren, komunikasi pondok pesantren dan orang tua hingga monitoring jajan dan uang saku santri selama ada di pondok pesantren.

“Sebagai institusi Pendidikan, pondok pesantren perlu melakukan digitalisasi agar mampu bersaing dengan Lembaga Pendidikan lain namun tetap memiliki warna pondok pesantren yang khas,” katanya, dikutip Kamis (11/05/2023).

Sambutan hangat juga disampaikan  Ketua RMI NU Sidoarjo, KH Syakir Ridho, MPd. Bahwa pondok pesantren telah menjadi lokomotif Pendidikan islam di Indonesia.

Baca juga: In Memoriam, Adzra Sybil Alvina Dikenal Praja yang Humble

“Kedepan pondok pesantren harus mampu menjadi lokomotif ekonomi syariah di lingkungannya,” katanya.

Lebih dari itu KH Syakir memaparkan," Alhamdulillah perkembangan RMI NU Sidoarjo sudah demikian cepat  dengan berbagai dukungan dari berbagai lembaga, sehingga RMI NU Sidoarjo bisa memberikan perhatian, pelatihan juga pendidikan termasuk melatih usaha produktif, dalam waktu dekat kami juga akan mendistribusikan bantuan 40 unit komputer untuk pendidikan diniyah" papar kyai kharismatik ini. Hdk/hik

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru