Pemdes Srowo Sidayu Dukung UMKM Melalui Kampung Kerupuk

surabayapagi.com
Lokasi lahan seluas 6000 meter persegi yang akan dibangun sebagai pusat kegiatan Kampung Krupuk Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, Gresik. SP/ GRS

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Desa Srowo, Kecamatan Sidayu, Gresik dikenal masyarakat sebagai salah satu tempat penghasil krupuk ikan laut. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemdes Srowo guna menjaga kelestarian tersebut.

Selain terus mendukung pelaku UMKM krupuk, Pemdes Srowo juga sedang mengembangkan kampung krupuk di tanah kas desa. Berdiri di atas lahan lebih dari 6.000 meter persegi, kampung krupuk bakal menunjang aktivitas 50 UMKM kerupuk yang ada di Desa Srowo.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Lumajang Integrasikan UMKM dengan Digitalisasi dan Hilirisasi

"Ada 50 UMKM di Desa Srowo, yang biasa memproduksi dan menghasilkan kerupuk juga bonggolan. Kebanyakan kerupuk, bongolan itu kadang-kadang atau sampingan saja. Makanya kami punya inovasi untuk UMKM kerupuk, melalui kawasan kampung kerupuk," buka Kepala Desa Srowo Mohammad Anam, Rabu (17/05/2023).

Adapun kawasan kampung krupuk bakal dilengkapi sarana dan prasarana lengkap terintegrasi. Mulai dari area penjemuran kerupuk, gedung produksi (bangunan untuk 50 UMKM berukuran masing-masing 3x5 meter persegi), gedung pengolahan ikan, gedung logistik, gedung pelatihan, mushola, toilet, gedung pemasaran, pos jaga, gapura dan pujasera.

"Skala prioritas yang kami dahulukan untuk dapat selesai 2024 itu gedung pengolahan produksi kerupuk sebanyak 50 petak, gedung proses pengolahan ikan dan gedung logistik, juga lahan untuk penjemuran," jelas Anam.

Sebab Anam memaparkan, apabila beberapa bangunan yang menjadi skala prioritas tersebut dapat dituntaskan, maka 50 UMKM kerupuk di Desa Srowo dapat menempati kampung krupuk dan melakukan aktivitas mereka di sana. Sesuai dengan harapan dan keinginan Pemdes Srowo, menjadikan desa setempat lebih tertata.

Baca juga: Lewat Program ‘Wenak’ Banyuwangi Bantu Ribuan Usaha Warung Rakyat

"Kalau skala prioritas itu sudah selesai, UMKM-UMKM bisa pindah ke sana. Sehingga desa bisa tertata lebih bagus dan tidak lagi terlihat kumuh, karena tidak ada lagi yang menjemur kerupuk di depan rumah, terkoordinir dalam upaya Bumdes untuk lebih mempromosikan kerupuk hasil produksi UMKM di sini," beber Anam.

Baru setelah skala prioritas tersebut rampung, bakal dilanjutkan dengan pembangunan beberapa item lain seperti gedung pelatihan dan pemasaran. Pemdes berpendapat untuk lokasi pemasaran sementara progres berjalan, dapat menggunakan kantor Bumdes yang saat ini tengah dikerjakan.

"Untuk gedung pelatihan dan juga pemasaran sementara kan bisa di kantor Bumdes dulu, sebab kami prioritaskan supaya para pelaku UMKM dapat pindah dulu ke kawasan kampung krupuk," terang Anam.

Baca juga: DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan

Anam mengungkapkan, tujuan didirikan kawasan kampung krupuk selain untuk membantu promosi yang berujung pada kesejahteraan warga Desa Srowo, yang banyak bergantung pada usaha kerupuk ikan dan bonggolan, juga mendorong pendapatan asli desa. Selain itu juga, untuk menata Desa Srowo menjadi lebih baik dan tertata rapi.

"Sebab kami juga sudah mempunyai bayangan, kalau kawasan kampung krupuk itu sudah jadi dan berjalan, kami juga ingin menggarap edukasi dan sisi wisatanya," pungkas Anam.  grs

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru