SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Puskesmas Blooto Kota Mojokerto terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggagas aplikasi Gerakan Peri Gigi (Google Kalender dan Media Informasi Kesehatan Gigi).
Aplikasi ini sebagai pengingat untuk periksa gigi setiap 6 bulan sekali. Aplikasi baru tersebut merupakan sebuah inovasi di poli gigi UPT Puskesmas Blooto yang hadir akibat banyaknya kasus kerusakan gigi pada anak usia sekolah. Khususnya para pelajar sekolah menengah pertama.
"Inovasi ini menjadi jawaban untuk menekan angka kerusakan gigi yang bisa terlihat setiap tahunnya melalui monitoring PKP( penilaian kinerja puskesmas) untuk rasio gigi para pelajar yang mendapatkan perawatan dibandingkan dengan gigi yang dilakukan pencabutan," jelas Kepala UPT Blooto.
Inovasi ini terdiri dari beberapa tahapan utama, yakni tahap pertama melakukan sosialisasi berupa penyuluhan terkait kesehatan gigi dan mulut serta meng upload informasi di media youtube.
"Yang kedua dan ketiga yakni melakukan screening kesehatan, serta melakukan perawatan gigi dan pemberian KIE (Komunikasi, informasi dan edukasi). Dan yang terakhir melakukan penjadwalan berkala melalui google kalender setiap 6 bulan sekali. Serta pemberian buku monitoring gigi untuk memantau kesehatan gigi dan mulut para pelajar," urainya.
Masih kata Kapus, kegiatan ini berlangsung 2 kali setiap tahunnya pada semester pertama di bulan Januari, dan semester kedua di bulan Juli.
"Setelah ada inovasi ini terdapat perubahan signifikan terhadap monitoring PKP dari dari adanya inovasi ini adanya peningkatan capaian data tahun 2020 gigi tetap yang dirawat menunjukkan angka persentase 70 persen sebelum adanya program inovasi," tukasnya.
Masih kata Kapus, setelah ada inovasi 2021 dan 2022 capaiannya persentasenya menjadi 100 persen.
"Hal ini menandakan terdapat peniingkatan kepedulian para pelajar untuk mau menjaga kesehatan gigi dan mulutnya," pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi