Curah Hujan Tinggi dan Sering Mendung, Produksi Garam di Sampang Terhenti

surabayapagi.com
Petani garam saat panen menumpuk di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. SP/ SMP

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Curah hujan yang tinggi disertai mendung beberapa hari terakhir ini membuat produksi garam tiba-tiba terhenti, sehingga harga garam di Kabupaten Sampang melonjak naik. 

Kodir, seorang warga Desa/Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang mengungkapkan, sebelumnya, harga garam mengalami penurunan drastis hingga mencapai Rp 150 ribu per sak, namun saat ini naik menjadi Rp 450 ribu per sak.

Baca juga: Semarak HKN ke-61 di Sampang, Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

“Hujan kemarin telah mengubah harga garam di pasar, dan memang meningkat cukup tinggi. Namun, jika cuaca terus panas, produksi garam akan melimpah dan harga garam akan turun kembali,” jelas Kodir.

Di sisi lain, Sukron, pemilik lahan garam di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, Sampang, menyatakan bahwa meskipun hujan deras terjadi beberapa waktu lalu, hal itu tidak mengganggu produksi garam masyarakat. Para petani masih dapat menjalankan aktivitas seperti biasa.

Baca juga: Sampang Banjir lagi, BPBD Minta Warga Waspada

“Hujan yang terjadi kemarin tidak berdampak pada kondisi lahan garam, sehingga kami masih bisa melanjutkan produksi garam meskipun sedikit terganggu saat hujan,” terangnya.

Dirinya berharap agar harga garam tetap stabil sepanjang tahun ini hingga akhir musim kemarau. Pasalnya, kenaikan harga tersebut menguntungkan petani garam.

Baca juga: Diduga Terkait Eartag Sapi, Kadispertan Sampang Dipanggil Bupati

“Kami berharap harga garam tidak mengalami penurunan drastis lagi sampai akhir musim produksi,” tandasnya. dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru