Wawali Armuji Minta Pasar Kutisari Indah Utara Dioptimalkan

surabayapagi.com
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat meninjau lokasi pasar di Kutisari Indah Utara. Foto: istimewa.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Armuji meminta adanya pengoptimalan pasar rakyat Kutisari Indah Utara Kota Surabaya. Hal ini disampaikan oleh Armuji saat meninjau lokasi pasar di Kutisari Indah Utara.

Sebelumnya, Wawali menerima pengaduan pedagang pasar Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo di Rumah Aspirasi Wakil Walikota Surabaya Armuji.

Baca juga: Pemkot Surabaya Lakukan Skrining Kesehatan sebagai Langkah Antisipasi Super Flu

Para pedagang menyampaikan keluh kesah ketika berjualan di pasar baru tersebut. Sebab, mereka mengalami penurunan penjualan akibat jauh dari permukiman penduduk. Selain itu, pasar lama aktif lagi.

”Banyak pemilik rumah dan tanah di daerah pasar lama disewakan untuk dibuka kembali sebagai lapak berjualan. Sehingga pasar yang baru mengalami sepi pembeli,” ungkap pedagang.

Saat meninjau lokasi pasar di Kutisari Indah Utara tersebut, Armuji memerintahkan agar menertibkan pedagang yang berjualan di luar untuk kembali berjualan di dalam lokasi pasar. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pasar rakyat tersebut.

Baca juga: Potensi Besar Dongkrak PAD, Pengelolaan Wisata Kebun Raya Mangrove Masih Setengah Hati

Menurutnya, para pedagang yang berjualan di pinggir jalan dapat mengganggu kenyamanan warga maupun pengguna jalan.

“Kalau begini kan kasihan yang sudah tertib berjualan di dalam lokasi pasar. Seharusnya disiapkan pasar lebih terjamin dari berbagai aspek. Maka dari itu pedagang harus kompak untuk meramaikan pasar," kata Armuji, Selasa (11/7/2023).

Orang nomor dua di Kota Surabaya itu meyampaikan bahwa kondisi pasar yang representatif diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi pedagang apabila tertib melakukan relokasi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Resmikan Rehabilitasi SMANOR Sidoarjo, Perkuat Pembinaan Atlet Jatim

“Lebih bersih, terkoordinasi dan parkirnya juga tidak mengganggu aktifitas warga. Ayo diramaikan, saya juga minta kelurahan kecamatan untuk mengawasi pedagang yang belum relokasi ke pasar agar segera ditertibkan dan diarahkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, Pasar Kutisari dikelola oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (dinkopdag). Pasar itu mampu menampung 185 pedagang.  Adapun terdapat 12 pasar yang dikelola Dinkopdag. Secara rinci diantaranya yakni Pasar Nambangan, Pasar Gunung Anyar, Pasar Penjaringan Sari, Pasar Aci, dan Pasar Karah. sb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru