SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Lagi, kereta api berbenturan dengan sebuah truk gandeng bermuatan ampas (sisa perasan) tebu. Peristiwa terjadi pada Senin (24/7) pagi sekitar pukul 04.12 di perlintasan KA di stasiun Baron Kec Kertosono tanpa terjaga.
Akibat peristiwa tersebut perjalanan KA Gajayana menuju Malang, KA Jayakarta, KA Mutiara dan KA Bangunkarta terganggu dan terhambat, untuk KA Gajayana alami keterlambatan hampir dua jam dan alami kerusakan parah, akhirnya diganti lokomotif penolong menuju Blitar.
Baca juga: Istri di Blitar Tewas Diduga Dianiaya Suami
Peristiwa kecelakaan tersebut dibenarkan oleh Supriyanto selaku Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun pada wartawan dalam releasenya.
Baca juga: Diduga Lupa Panggang Kayu Bakar di Tungku, Rumah Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta
"Keterlambatan KA Gajayana sekitar dua jam, seharusnya Gajayana masuk Stasiun Blitar pukul 05.39 menit, akibat keterlambatan itu Gajayana masuk Blitar pukul 07.33, karena Gajayana alami kerusakan, dan baru bisa melanjutkan perjalan pukul 06.16, termasuk beberapa KA alami keterlambatan namun tidak melintas di Stasiun Blitar," ungkap Supriyanto.
Disinggung kemungkinan PAT KAI akan melakukan upaya hukum terhadap truk tersebut, dengan tegas Supriyanto menyatakan jelas melakukan menempuh jalur hukum termasuk tuntutan ganti rugi kepada pihak perusahaan termasuk pengemudi truk gandeng tersebut.
Baca juga: Kurang Hati-hati, Tangan Karyawan Terjepit di Penggilingan Bakso
Atas kejadian tersebut PT KAI minta maaf atas keterlambatan kedatangan atau terhambatnya waktu, untuk itu Supriyanto meminta kepada masyarakat pengguna kendaraan yang melintas di perlintasan sebidang KA untuk waspada dan hati hati tak kalah pentingnya perhatikan situasi, demi keselamatan bersama. Les
Editor : Moch Ilham