SURABAYA PAGI, Madiun — Cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madiun kian diperluas seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga awal Februari 2026, sekitar 40 SPPG telah siap beroperasi, dari target total 52 unit.
Hal itu disampaikan wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi saat melaunching launching SPPG Ngampel yang dikelola Yayasan Fikrul Akbar, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Sabtu (07/02/2026).
“Di awal Februari ini sudah sekitar 40 SPPG yang beroperasi. Target kita totalnya 52,” ujar dr. Purnomo.
Ia menjelaskan, pada 2025 jumlah SPPG yang telah berjalan sebanyak 30 unit, dan kini kembali bertambah sekitar 10 unit. SPPG Ngampel sendiri menjadi salah satu yang baru dilaunching dengan harapan membawa dampak positif bagi masyarakat.
SPPG Ngampel akan melayani 2.936 penerima manfaat, yang mencakup siswa, guru, serta kelompok 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Wilayah sebaran penerima manfaat meliputi Desa Ngampel, Bangunsari, hingga SD Mejayan 1 sebagai lokasi terjauh.
dr. Purnomo menekankan pentingnya kolaborasi dan harmonisasi seluruh pihak dalam pengelolaan SPPG, terutama bagi SPPI.
“Yang paling penting adalah kolaborasi, koordinasi yang baik, dan harmonisasi. Semua program, termasuk MBG, harus berjalan sesuai SPM dan SOP yang sudah ditetapkan pusat. Kalau taat regulasi, insyaallah semuanya baik,” tegasnya.
Sementara itu, Irma Eka Yuanasari, Kepala SPPG Ngampel, memastikan pengelolaan lingkungan dan limbah dilakukan sesuai standar.
"Limbah akan diolah melalui dua unit IPAL sehingga air keluar dalam kondisi bersih,"jelas Irma.
Untuk sisa makanan, Irma menjelaskan bahwa limbah dipilah dan ditimbang sebelum dimanfaatkan warga sekitar.
"Jadi sisa makanan yang telah dipisah dan ditimbang akan diambil warga sekitar untuk pakan ternak," pungkas Irma.mdn
Editor : Redaksi