SURABAYAPAGI.COM, Malang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jatim berkomitmen untuk terus mengendalikan angka inflasi di Jatim agar tetap stabil.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi meninjau harga sembako di Pasar Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (24/7/2023).
Baca juga: Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset
"Bersama TPID Jatim, kami akan selalu berupaya menjaga inflasi di Jawa Timur ini terkendali," kata Khofifah.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging ayam dan bawang merah. Di Pasar tersebut, harga daging ayam dalam posisi stabil sesuai HET di harga Rp 34.000,- per kilogram dan harga bawang merah Rp. 26.000,- per kilogram.
"Alhamdulillah tidak ada kenaikan harga sembako. Semua terkendali dengan baik sehingga masyarakat bisa menjangkaunya," ujarnya.
Baca juga: Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang
Mantan Menteri Sosial RI ini mengatakan bahwa Pemprov Jatim akan menggencarkan operasi pasar untuk mengantisipasi El Nino. Dengan ketahanan pangan, ia optimistis inflasi di wilayahnya terkendali.
"Dengan menjaga stabilitas harga sembako dan memastikan daya beli masyarakat bisa menjangkaunya, kami berharap bisa menjaga inflasi tetap terkendali di Jatim," ungkapnya.
Baca juga: Khofifah Resmikan Gedung Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jatim, Perkuat Manajemen Logistik Bencana
Khofifah berharap, keberadaan pasar murah bisa lebih masif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu. Apalagi saat ini Indonesia tengah bersiap menghadapi El Nino.
"Dikhawatirkan El Nino nanti akan berpengaruh pula pada ketahanan pangan. Untuk itu, kita ingin melakukan penguatan dengan menggencarkan pasar murah dan memberikan bantuan sembako," tutupnya. mlg
Editor : Redaksi