Mitos Penampakan Kota Gaib Saranjana, Dihuni Makhluk Astral yang Sangat Canggih

surabayapagi.com
Illustrasi Kota Gaib Saranjana. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mitos keberadaan kota gaib Saranjana masih menyimpan sejumlah misteri. Kota gaib tersebut merupakan kota yang melegenda bagi penduduk Kalimantan Selatan, dikutip Jumat (28/07/2023).

Konon, kota Saranjana ini dianggap sebagai tempat yang dihuni oleh makhluk astral yang sangat canggih bahkan dipenuhi gedung pencakar langit dan jalan besar, dihuni oleh penduduk yang hidup mewah dan kaya. Kota ini dianggap memiliki teknologi modern yang mengikuti zaman.

Kisah terkenal tentang Saranjana adalah pada tahun 1980-an, ketika pemerintah setempat terkejut dengan kedatangan sejumlah alat berat yang dipesan dari Jakarta. 

Alat-alat berat itu dipesan oleh seseorang dari kota Saranjana dan telah dibayar tunai. Namun, secara administrasi, kota gaib Saranjana tidak pernah terdaftar di Kabupaten Kotabaru.

Beberapa musisi ternama Indonesia juga mengisahkan bahwa mereka pernah mengadakan konser musik di kota Saranjana. Tantri dan Ari Lasso mengaku pernah tampil di lokasi yang sama. 

Dalam cerita lain, wisatawan mengaku melihat manusia di tengah gedung pencakar langit di kota Saranjana.  Tapi saat mereka mendekat, tiba-tiba kota itu berubah menjadi gunung yang berbatasan langsung dengan laut. 

Secara garis besar, ada tiga pendapat mengenai letak Saranjana. Pertama, Saranjana diyakini berada di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Versi kedua menyebutkan bahwa Saranjana berada di Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Laut Selayar, Kotabaru, Kalimantan Selatan. 

Versi ketiga lebih tegas menyebutkan bahwa lokasi wilayah kota gaib Saranjana berada di sebuah bukit kecil yang terletak di Desa Oka Oka, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Diduga, Saranjana awalnya merupakan wilayah Suku Dayak Samihim di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Kepala suku pertamanya bernama Sampuranjana dan memiliki kerajaan bernama Nan Sarunai yang mengikuti kepercayaan animisme. 

Nama Samburanjana kemudian berubah menjadi Saranjana dalam lidah orang lokal dan dipengaruhi oleh agama Hindu lama. Meskipun suku Dayak Samihim meninggalkan wilayahnya karena perang dengan kekuatan asing, nama Saranjana tetap bertahan sebagai pusat kekuasaan mereka hingga sekarang.

Saranjana dianggap sebagai memori kolektif, yaitu negeri impian dari pemilik tanah apanage (lungguh) di Pulau Laut. Hipotesis ini menganggap Saranjana tidak nyata, tetapi hanya sebagai mitos, wilayah impian atau negeri imajinasi bagi masyarakat pendukungnya dan mitos ini terus berkembang hingga sekarang.

Bahkan berbagai mitos soal Saranjana kemudian menginspirasi DHF Entertainment untuk menerbitkan film berjudul Kota Ghaib Saranjana. Film ini disutradarai Johansyah Jumberan berdasarkan legenda urban. 

Film yang juga diproduseri dan ditulis naskahnya oleh Johansyah ini direncanakan untuk tayang pada awal tahun 2023, dengan dibintangi Adinda Azani, Luthfi Aulia, Irzan Faiq, dan Ajeng Fauziah sebagai pemeran utama. Ada pula pemeran yang berasal dari Pulau Kalimantan, seperti Gusti Gina serta Mourys Sam. 

Selain itu, ada pula Putri Intan Kasela dan Fauzi Rahman yang dipilih setelah berpartisipasi dalam penyeleksian pemeran. Film ini mengisahkan sebuah grup musik beranggotakan Rendy (Luthfi Aulia), Dion (Irzan Faiq) dan Vey (Ajeng Fauziah) kehilangan vokalis mereka, Shita (Adinda Azani), yang dicurigai diculik ke kota gaib bernama Saranjana. dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru