SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Pertumbuhan industri di kabupaten Pasuruan ternyata belum semuanya mengangkat perekonomian di desa. Sinkronisasi bisnis atau business matching belum dipahami dan di support pemerintah setempat. Padahal terdapat banyak peluang yang bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur Rohani Siswanto mengatakan saat reses atau serap aspirasi di Daerah Pemilihan Jatim III yang meliputi wilayah Probolinggo dan Pasuruan ditemukan banyak masukan. Terkait dengan kondisi masyarakat dan peluang yang bisa diangkat untuk peningkatan kesejahteraan secara ekonomi.
Baca juga: Meresahkan! Musim Hujan Picu Banjir hingga Ular Masuk Rumah Warga di Pasuruan
“Perlu business matching atau ekonomi perlu dimaksimalkan lagi, antara industri dengan mata pencaharian masyarakat di Pasuruan,” ungkap Rohani saat reses di Rest Area Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu 915/7/2023).
Dikatakan Rohani, di Kabupaten Pasuruan itu ada sekitar 2000 perusahaan lebih yang kemudian tidak tersinergi antara bahan baku dengan kebutuhan perusahaan. Padahal di masyarakat setempat, masyarakat tentunya memiliki kesempatan yang besar sebagai pensupplai bahan baku industri. Misalnya di Pasrepan ini terdapat lahan yang bisa ditanam singkong serta banyak tersedia pupuk organik dari kotoran hewan untuk tanaman singkong.
“Tadi menurut informasi, ada perusahaan yang memproduksi pengolahan singkong kualitas ekspor. Bahkan, ekspornya sampai ke Amerika. Tapi masyarakat disini belum paham, banyak yang tidak tahu. Nah itu tugas kami, bagaimana business matching industri dan masyarakat bisa tersinergi,” terang Rohani.
Secara keseluruhan, kata Rohani, melihat masyarakat secara umum tidak mendapat efek dari dari pertumbuhan industri dan Pariwisata tentu harus menjadi perhatian penting. Terlebih di Pasrepan Pasuruan ini sebenarnya adalah daerah penyangga pariwisata Gunung Bromo yang terkenal di tingkat Dunia.
Baca juga: Timbunan Sampah Jatim Tembus Jutaan Ton, DPRD Minta Pemprov Bergerak
“Kita ambil contoh di rest area ini dibangun dengan dana APBD yang luar biasa ternyata sepi. Nah inilah yang kita gugah ke rekan-rekan di pemerintah desa seharusnya warga Pasrepan mendapat manfaat sebagai daerah penyangga wisata Gunung Bromo,” sebutnya.
Pasalnya, kalau melihat daerah-daerah penyanggah wisata lain di Jawa Timur terasa dampak positifnya dan bagus-bagus. Seperti Daerah Trawas sebagai penyangga wisata Gunung Welirang seperti Trawas dan Pacet.
“Pasrepan dengan 17 desa kita tidak melihat ada potensi yang unggul dari sebagai penyanga wisata Gunung Bromo. Malah diambil oleh Kecamatan Puspo. Ini yang menjadi PR kita,” tandasnya.
Baca juga: Eksekutif dan Legislatif Belum Satu Frekuensi, Pansus BUMD DPRD Jatim Angkat Alarm
Padahal, kata Rohani, banyak produk unggulan di wilayah Pasrepan seperti duren, mangga dan lainnya yang tidak termanfaatkan.
“Saya pikir perlu sinergitias agar publikasinya cepat dan inspirasi mau dikelola seperti apa desa wisata di masing-masing desa supaya berdampak pada ekonomi masyarakat,” pungkas politisi Partai Gerindra ini. rko
Editor : Redaksi