Aksi Demo LSM di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan Terkait PJ Bupati

surabayapagi.com
Aksi demo sejumlah LSM di depan gedung DPRD kabupaten Pasuruan

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Aksi demo sejumlah LSM yang di Pasuruan, di komandoi oleh Lujeng Sudarto, demo tersebut terkait adanya kapitalis dalam pemilihan Pelaksana Jabatan (PJ) Bupati pasuruan. Lujeng "protes keras  rekomendasi hanya ada satu nama PJ Bupati", ujarnya pasuruan  di Depan kantor DPRD Kabupaten pasuruan Senin  (7/08 /2023).

Sejumlah aktivis gabungan se Pasuruan raya  dalam Gerakan Transparansi Masyarakat Pasuruan menggelar orasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dalam aksi demo tersebut, mereka protes lantaran dewan hanya merekomendasikan satu nama sebagai PJ Bupati Pasuruan.

Baca juga: Guru Madrasah Demo, Kesejahteraan Guru Belum Rampung

Aksi demo diwarnai hal lucu nan unik, yakni  membawa hewan unggas (bebek) dalam kurungan warna-warni yang mewakili fraksi-fraksi di DPRD Kabupaten Pasuruan.

Aksi Lujeng dalam demo itu digambarkan sebagai PJ Bupati Pasuruan,  kemudian membawa uang dalam tas, yang kemudian dibagikan kepada bebek-bebek warna warni tadi yang ada di dalam kurungan.

Baca juga: Demo Buruh PT Pakerin di LPS Surabaya, Pakuwon Dorong Penyelesaian Lewat Dialog

Aksi demo ini dilakukan karena munculnya PJ Bupati yang direkomendasikan ketua oleh DPRD Kabupaten Pasuruan hanya satu nama yang muncul. Aksi demo tadi, akhirnya ditemui langsung oleh ketua dewan, mas Dion 

Lujeng  mengatakan, "Mestinya DPRD itu kan lebih dulu menguji pikiran calon PJ, kalau yang diuji isi dompetnya, inikan diduga kuat melakukan makelar jabatan". Sehingga kita melakukan demo ini adanya kurungan bebek- bebek, menggambarkan sikap anggota DPRD kabupaten pasuruan yang cenderung membebek di gedung dewan. 

Baca juga: Guru Madrasah Gelisah, Demo di Gedung DPR

"Ini tempat para wakil rakyat bukan tempat untuk kandang bebek, partai politik itu mengkader politisi pro rakyat bukan untuk peternakan politik sehingga menghasilkan kader kader- kader yang ada di legislatif menjadi profesional dan tidak menjadi bebek., yang dapat menjadikan dewan otonom yang kritis peka terhadap kritik sosial" tutupnya. ris/nur

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru