Kho Handoyo Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Bui, PH Korban Berharap TPPU Ditelusuri

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hakim Mahkamah Agung yang diketuai, Dr. Suhadi menjatuhkan pidana terhadap Kho Handoyo Santoso Warga Komplek San Antonio Pakuwon City Surabaya dengan putusan 3 tahun penjara.

Putusan Mahkamah Agung itu diketahui pada 04 Mei 2023.

Baca juga: 3 Perusahaan Emas di Sidoarjo dan Surabaya, Digeledah Bareskrim

Sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menghukum Terdakwa Kho Handoyo Santoso 4 Tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum 3 tahun penjara.

Mengadili Permohonan Kasasi Penuntut Umum membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya nomor 1044/Pid/2022/PT SBY tanggal 15 November 2022 yang membatalkan Putusan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 09 September 2022 dengan nomor perkara 1205/pid B/2022/PN SBY.

Menyatakan Terdakwa Kho Handoyo Santoso telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penipuan.

Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun

Baca juga: Terungkap di Persidangan, Hakim Soroti Peran Hermanto Oerip dalam Investasi Nikel Rp75 Miliar

Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Jaksa Penuntut Umum Darmawati Lahang, dari Kejaksaan Tinggi Jawa-Timur, dikonfirmasi melalui WhatsApp, terkait kelanjutan hukum terdakwa Kho Handoyo, hingga berita naik, belum ada tanggapan.

Begitupun Kasipenkum, Windhu Sugiarto, SH.MH, saat ditanya, apakah pihak Kejati sudah melakukan penahanan dan atau pemanggilan secara patut terhadap terdakwa,  pun tidak ada jawaban.

Baca juga: Selebgram Vinna Natalia Divonis 4 Bulan Penjara

Terpisah, atas putusan Mahkamah Agung tersebut pengacara korban Elanda Sujono, Jance Leonard Sally, SH. Mengatakan bahwa putusan itu sudah diketahuinya sejak 3 bulan lalu, dan belum mendapat kabar untuk kelanjutannya, "Sudah saya terima salinan putusan dari MA itu mas," katanya. Sabtu (02/08/2023).

“Kami akan mempelajari kemungkinan menelusuri dugaan adanya tindak pidana pencucian uang serta ajukan gugatan perdata termasuk pula sita jaminan terhadap aset-aset yang ada hingga kerugian klien kami tercover dengan baik," paparnya. nbd

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru