SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Fenomena suhu ekstrim yang dingin di kawasan Ijen Bondowoso beberapa hari terakhir membuat sejumlah tanaman terlihat terselimuti butiran es yang kerap disebut embun upas oleh warga lokal.
Fenomena ini selalu terjadi setiap tahun. Biasanya, terjadi antara bulan Juli sampai September. Meski tak bisa diprediksi waktunya.
Baca juga: Viral Pemuda Pencuri Bunga di Jalur Hijau Surabaya, Siap-siap Denda Rp5 Juta Menanti
Beberapa tumbuhan yang tampak dihiasi butiran lembut seperti es itu terlihat pada pagi hari, saat sinar matahari belum begitu memancarkan cahayanya. Sementara puncak kondisi dingin terjadi pukul 4 dini hari.
"Setiap tahun pasti ada. Tapi tak bisa diprediksi bulan apa," jelas Riski, seorang warga Ijen.
Ia menambahkan, dalam beberapa hari ini, wilayah Ijen memang terasa lebih dingin dari biasanya. Suhu dingin ini sekitar 3 hingga 5 derajat celcius.
Baca juga: Viral! Muncul dari Dasar Laut Banyuwangi, Spesies Ikan Baru Miliki Visual Mencolok
"Beberapa hari ini memang cuaca terasa sangat dingin. Dan, embun upas menyertai," katanya, Selasa (05/09/2023).
Riski yang diketahui bekerja sebagai petani sayur di kawasan Ijen ini menambahkan, embun upas tahun ini terjadi beberapa kali.
Baca juga: Heboh! Desas-desus Antisipasi Krisis Ekonomi Nasional, Mal Surabaya Mulai Ramai Dipagari Besi
"Cuaca kayaknya tahun ini memang kacau. Bulan Juni kemarin saja sudah ada embun upas itu. Padahal biasanya antara bulan Juli hingga Agustus. Bulan September ini ternyata masih ada," tandas Riski.
Diketahui, fenomena embun upas atau frozen tersebut memang berdampak pada tanaman pertanian, terutama kubis dan kentang. Terkena embun salju, daun hingga akar sayuran ini mengkerut. bds-01/dsy
Editor : Desy Ayu