Demo Massal yang dilakukan Serikat Pekerja Otomotif AS, Berbuntut PHK Oleh Pihak Perusahaan

surabayapagi.com
Perusahaan Manufaktur Otomotif, General Motors.

SURABAYAPAGI.COM, Amerika Serikat - Dua raksasa manufaktur otomotif dunia, General Motors dan Stellantis melakukan Pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 2300 pekerjanya.

PHK yang dilakukan oleh dua raksasa manufaktur ini merupakan konsekuensi dari demo massal yang dilakukan serikat pekerja otomotif AS, United Auto Workers (UAW).

Baca juga: Imbas PHK, Disnaker Jombang Catat 14 Laporan Perselisihan Selama Periode 2025

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa tidak ada yang menang dalam pemogokan," kata GM dalam sebuah pernyataan yang dikutip, Kamis (21/9/2023).

"Apa yang terjadi pada anggota tim Fairfax kami adalah bukti nyata dari fakta tersebut," tegasnya.

Baca juga: Hingga Oktober 2025, Tercatat 69.064 Orang Ter-PHK, Jatim Hanya 4.142 Orang

"Kami akan terus melakukan tawar-menawar dengan itikad baik dengan serikat pekerja untuk mencapai kesepakatan secepat mungkin." tambahnya.

Stellantis juga menyatakan pihaknya akan segera memberhentikan sekitar 370 karyawan. PHK ini akan dilakukan di tiga pabrik suku cadang di Ohio dan Indiana 

Baca juga: DPRD Gresik Tegaskan Tidak Ada PHK untuk Tenaga Honorer, Skema Alternatif Disiapkan

"Ini karena keterbatasan penyimpanan yang juga terkait dengan pemogokan," muat laman yang sama mengutip perusahaan yang membuat suku cadang untuk kendaraan Jeep itu.

Sebelumnya, hampir 13.000 pekerja GM, Ford dan Stellantis melakukan pemogokan di pabrik Wentzville, Toledo dan Wayne. Shawn Fain selaku Presiden UAW mengatakan serikat pekerja akan mengumumkan lebih banyak pemogokan akan dilakukan pekerja di Jumat ini.
"Kecuali ada kemajuan serius dalam negosiasi," tegasnya merujuk kenaikan gaji. as-1/Acl

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru