Gebyar Hari Jantung Sedunia Kabupaten Mojokerto

Bupati Ikfina Ingatkan Masyarakat Jaga Kesehatan Jantung

surabayapagi.com
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat melepas balon di acara gebyar hari jantung sedunia di Lapangan Gedeg

SURABAYA PAGI.Mojokerto - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengikuti Senam Jantung Sehat yang digelar RSUD RA Basoeni di Lapangan Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/10/2023) pagi.

Senam bersama yang diikuti ratusan masyarakat ini merupakan rangkaian kegiatan Gebyar Hari Jantung Sedunia Pemkab Mojokerto dengan tema "Kenali Jantung Sehatmu Sayangi Hidupmu". 

 

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit jantung. Karena penyakit jantung menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia maupun dunia. 

"Dan ini menjadi atensi dari pemerintah pusat, tidak hanya dari Kemenkes tapi juga dari Kemendagri. Sehingga kita diperintahkan untuk melaksanakan peringatan hari jantung sedunia di daerah masing-masing," terangnya.

Bupati perempuan pertama di Mojokerto ini menyebut, Kabupaten Mojokerto sudah mengawali gebyar hari jantung sedunia dengan kegiatan intern berupa senam pagi ASN di lingkup sekretariat daerah pada tanggal 29 September kemarin.

"Kemudian kita punya dua RSUD, yakni RSUD RA Basoeni Gedeg dan RSUD dr Soekandar Mojosari. Maka mereka kita minta untuk melaksanakan peringatan hari jantung sedunia di wilayah utara sungai dan selatan sungai," cetusnya.

Bupati menargetkan kegiatan ini disebar luaskan secara digital di semua media agar diketahui masyarakat. Serta bisa mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan terutama kesehatan jantung. 

 

"Ada yang harus kita ketahui apabila nanti terjadi penyakit-penyakit gangguan kelainan yang terjadi pada jantung kita. Kemudian apa yang harus kita lakukan. Karena kalau bicara penyakit jantung, hitungannya adalah detik sehingga mengenali gejala dan memberikan respon cepat serta tepat akan sangat menentukan keberhasilan pertolongan terhadap serangan jantung itu sendiri," tegasnya.

Masih kata Ikfina, Pemkab Mojokerto telah melakukan serangkaian upaya masif dan terstruktur untuk menekan angka penderita penyakit jantung di Kabupaten Mojokerto. Yakni dengan mengefektifkan peran Puskesmas dan Posbindu.

"Dinkes Kabupaten Mojokerto sudah bergerak melalui masing-masing Puskesmas. Dan kemudian kita juga melaksanakan Posbindu pada kelompok masyarakat maupun posbindu berbasis institusi. Sejak dimulai tahun 2021, Posbindu kita dukung dan support dengan berbagai peralatan untuk pemeriksaan cek kesehatan. Dan ini dilaksanakan oleh masing-masing Puskesmas," terangnya.

Selain itu, agar penyakit berjuluk silent killer ini tidak menyebar di wilayahnya, ia mengimbau masyarakat untuk peduli dengan kesehatan jantungnya dengan cara mengenali ciri-ciri dan cara-cara mengatasinya dengan metode CERDIK.

CERDIK adalah satu cara yang sudah ditetapkan dan disebar luaskan oleh Kemenkes untuk menangkal penyakit jantung. Yakni kepanjangan dari Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin berolah raga, Diet seimbang, Istirarahat yang cukup dan Kelola stres dengan baik. 

"Kalau itu dilakukan secara rutin masyarakat akan sehat karena kesehatan adalah modal utama untuk bisa tetap produktif beraktivitas," pungkasnya. 

Sekedar informasi, selain senam jantung sehat, peringatan Gebyar Hari Jantung Sedunia di Lapangan Desa Gedeg juga di isi dengan seminar serta Operasi sembako murah dan Bazar UMKM. Dwi

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru