SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sejumlah desa di Kabupaten Ngawi mengalami kekeringan terus menerus. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi telah men-dropping total 517.000 liter air bersih ke 17 desa di 7 kecamatan per 8 Oktober 2023.
Diperkirakan, jumlah desa yang mengalami kekeringan tersebut diakibatkan wilayah Kabupaten Ngawi memasuki musim penghujan pada minggu ketiga bulan November 2023.
Baca juga: Petani Cabai di Ngawi Rugi Besar, Harga Anjlok Diterjang Hujan Deras
Yudha Herlambang, petugas BPBD Ngawi merincikan sejumlah desa tersebut adalah Desa Sumberbening, Bringin, Suruh, dan Kenongorejo di Kecamatan Bringin.
Kemudian, Desa Gunungsari di Kecamatan Kasreman. Desa Kerek dan Suruh di Kecamatan Ngawi. Desa Banjarbanggi, Cantel, Papungan, Selopuro, Bangunrejo Lor, dan Ngancar di Kecamatan Pitu. Desa Pandean dan Mengger di Kecamatan Karanganyar. Desa Mantingan di Kecamatan Mantingan. Serta, Desa Bangunrejo Kidul di Kecamatan Kedunggalar.
Baca juga: Wisata Waduk Pondok Ngawi, Simbol Harmoni Antara Alam dan Teknologi
“Total sudah 76 tangki yang kami dropping ke 17 desa tersebut. Totalnya 517.000 liter air,” kata Yudha, Selasa (10/10/2023).
Hingga saat ini, warga masyarakat tersebut hanya bisa bergantung pada air bersih yang didropping oleh BPBD Ngawi atau beberapa donatur. Meski saat ini, personel BPBD Ngawi tak hanya fokus ke penanggulangan kekeringan tapi juga karhutla di Gunung Lawu.
Baca juga: Srambang Park Ngawi, Surga Alam Pegunungan dengan Air Terjun dan Spot Foto Instagenic
“Ya bagi-bagi tugas. Sesuai perintah Kalaksa BPBD Ngawi, kami diminta agar membagi tugas baik dropping air dan penanganan karhutla di Gunung Lawu,” katanya. ngw-01/dsy
Editor : Desy Ayu