Candi Rimbi Jombang Bakal Dipugar

surabayapagi.com
Studi kelayakan pemugaran di candi arimbi, Jumat (27/10/2023).

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Candi Arimbi yang diperkirakan peninggalan Majapahit dari abad ke-13 hingga abad ke-15 di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, bakal dilakukan pemugaran.

Candi Rimbi ditemukan oleh peneliti flora dan fauna, Alfred Russel Wallace pada abad ke-19.

Saat ditemukan bangunan candi tidak lagi utuh, tetapi masih menyisakan beberapa komponen yang jelas menunjukkan ciri bangunan suci kerajaan.

Berdasarkan kondisi geografisnya, Candi Rimbi diduga runtuh karena letusan gunung api atau gempa.

Sejak ditemukan hingga saat ini, penampilan Candi Rimbi tidak banyak berubah. Bagian tubuh ke atas tinggal separuh saja, seperti terbelah secara vertikal. Pada 1994-1996, Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur hanya memperkuat bagian kaki candi.

Tahun ini bangunan candi Rimbi bakal dipugar untuk pemulihan struktur bangunan berdasarkan kondisi eksistingnya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wikayah XI Jawa Timur.

Saat ini tim arkeolog sedang melakukan studi kelayakan pemugaran di Candi Rimbi mulai 23-28 Oktober 2023.

"Tujuannya untuk mengetahui apakah candi Arimbi layak untuk dilakukan pemugaran dalam rangka pemulihan kembali strukturnya berdasarkan kondisi eksisting saat ini dan ketersediaan batu penyusun aslinya," kata Arkeolog BPK Wilayah XI Jawa Timur, Nugroho, Jumat (27/10/2023).

Studi kelayakan ini menurut Nugroho meliputi menghitung jumlah batu dan mengelompokkan sesuai dengan bentuk dan hiasan, selain itu dilakukan pengamatan fisik struktur candi yang bagian strukturnya telah hilang.

"Selanjutnya dikalkulasikan secara porsentase antara bagian yg hilang dengan batu-batuan yang telah dikelompokkan," ungkap dia.

Nantinya, lanjut Nugroho, jika candi Rimbi telah dinyatakan layak untuk pemulihan struktur, maka akan dilakukan tindaklanjut studi teknis arkeologi. Hal itu untuk mengetahui gambar rekonstruksi pengembalian bentuk candi.

"Tindaklanjutnya adalah studi teknis arkeologi, untuk menghitung RAB dan gambar rekonstruksi pengembalian bentuk candi sebatas data yang ada dan dapat di pertanggungjawabkan secara teknis dan ilmiah," pungkasnya.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Jombang Heru Cahyono mengatakan, adanya studi pemugaran candi Rimbi itu diharapkan mampu menemukan bentuk asli struktur candi.

"Kajian tersebut diharapkan berkelanjutan dengan pemugaran dan selanjutnya direkonstruksi sehingga kedepan diketahui bentuk asli serta mampu diedukasi oleh pihak terkait terutama generasi muda," ungkapnya singkat. Sarep

Editor : Mariana Setiawati

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru