SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melansir dari laman Medical News Today, disentri adalah infeksi usus yang menyebabkan diare mengandung darah atau lendir, dan seringkali karena kebersihan atau sanitasi yang buruk. Penyakit yang menyerang saluran pencernaan ini umumnya disebabkan oleh bakteri Shigella atau parasit Entamoeba histolytica, dikutip Rabu (01/11/2023).
Penyakit ini ditandai oleh gejala seperti diare berdarah, nyeri perut, demam, mual, dan muntah. Disentri dapat sangat mengganggu kesehatan dan kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani dengan baik.
Baca juga: Percepat ORI Campak, Dinkes Kota Malang Siapkan Upaya Jemput Bola ke Rumah Warga
Penularan atau terjangkitnya penyakit disentri tersebut umumnya bisa karena kuman menular, parasit, dan iritasi usus akibat bahan kimia. Sedangkan menurut clevelandclinic.org, disentri adalah penyakit saluran cerna yang menyebabkan diare parah.
Terdapat dua jenis disentri yang umum terjadi diantaranya:
- Disentri amuba (amoebiasis), di mana parasit Entamoeba histolytica (E. histolytica) adalah salah satu penyebab utama disentri amuba. Parasit lain yang menyebabkan disentri amuba termasuk Balantidium coli (B. coli) dan strongyloidiasis.
- Disentri basiler, infeksi bakteri menyebabkan disentri basiler. Beberapa bakteri paling umum yang menyebabkan disentri basiler termasuk Shigella, Salmonella, Campylobacter dan Escherichia coli (E. coli). Disentri basiler merupakan jenis disentri yang paling umum terjadi, yang tanpa pengobatan tepat bisa berakibat fatal.
Siapa pun bisa terkena disentri, karena kondisi ini umum terjadi di wilayah tropis dengan sanitasi air yang buruk. Sanitasi air adalah proses membersihkan, dan menjernihkan air sehingga aman untuk diminum.
Oleh karena itu pentingnya menjaga kebersihan, jika tidak menjaga kebersihan dengan baik. Anda harus selalu mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, karena berisiko mencemari makanan, air, dan permukaan benda.
Gejala terjangkit penyakit disentri
Semetara itu, gejala disentri umumnya muncul, pada individu yang terinfeksi oleh bakteri Shigella atau parasit Entamoeba histolytica, yang merupakan penyebab umum penyakit ini. Gejala disentri dapat bervariasi dalam tingkat keparahan, tetapi gejala utama meliputi:
- Salah satu gejala paling khas dari disentri adalah diare berdarah. Tinja dapat mengandung darah segar atau berwarna gelap, dimana disebabkan oleh kerusakan pada dinding usus akibat infeksi.
- Penderita disentri seringkali mengalami nyeri perut yang hebat, bahkan sangat mungkin terasa kram dan dapat meningkat sebelum atau selama buang air besar.
- Demam adalah gejala umum disentri, dan suhu tubuh dapat meningkat menjadi tinggi. Demam adalah respons tubuh terhadap infeksi dan menunjukkan, bahwa sistem kekebalan sedang berjuang melawan agen penyebab penyakit.
- Individu dengan disentri seringkali merasa mual dan muntah. Mual dan muntah dapat berkontribusi pada dehidrasi.
- Diare berkepanjangan dapat menyebabkan dehidrasi, yang merupakan kondisi dimana tubuh kehilangan terlalu banyak cairan. Gejala dehidrasi dapat meliputi mulut kering, haus yang berlebihan, kulit kering, dan penurunan output urine.
Penting untuk mencari bantuan medis, jika mengalami gejala disentri terutama jika gejala tersebut parah, atau berlangsung lama. Pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan.
Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus
Tips Mencegah tertularnya penyakit disentri
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil, untuk mencegah penularan penyakit disentri kepada orang lain:
- Pastikan Anda mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air setelah pergi ke toilet. Ini adalah tindakan pencegahan yang paling mendasar dan efektif.
- Jika Anda sedang sakit dan memiliki gejala disentri, penting untuk menjauhi pekerjaan atau sekolah sampai Anda benar-benar bebas dari gejala apa pun selama setidaknya 48 jam.
- Jika Anda memiliki anak kecil, pastikan mereka juga mencuci tangan dengan benar. Bantu mereka dalam proses mencuci tangan untuk memastikan kebersihan yang baik.
- Tidak disarankan untuk menyiapkan makanan untuk orang lain, sampai Anda telah terbebas dari gejala setidaknya selama 48 jam.
- Jangan berenang sampai Anda terbebas dari gejala setidaknya selama 48 jam. Berenang dalam kolam renang atau di perairan umum selama masih terinfeksi, dapat menularkan penyakit kepada orang lain.
- Jika memungkinkan, menjauhlah dari orang lain sampai gejala Anda berhenti. Ini adalah tindakan tambahan untuk meminimalkan risiko penularan.
- Cuci semua pakaian, seprai, dan handuk kotor pada siklus terpanas mesin cuci Anda. Hal ini dapat membantu membunuh bakteri atau parasit, yang mungkin ada pada kain.
- Bersihkan dudukan toilet, mangkuk toilet, gagang siram, keran, dan wastafel dengan deterjen dan air panas setelah digunakan, diikuti dengan penggunaan disinfektan rumah tangga.
- Jangan melakukan kontak seksual sampai Anda telah terbebas dari gejala setidaknya selama 48 jam.
Tindakan kebersihan dan pencegahan ini sangat penting untuk mengendalikan penyebaran disentri dan melindungi orang lain dari penyakit ini. sb-01/dsy
Editor : Desy Ayu