SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Terkait desas desus pemberitaan kelompok tani yang diduga fiktif, Ketua LSM Super, Ahmad Zaini bersama Tim mendatangi kantor Balai penyuluh pertanian (BPP) Kecamatan Pasongsongan Kab. Sumenep.
Menurutnya, kedatangan Ke BPP itu ingin meluruskan kesalahpahaman, dalam dugaan kelompok tani fiktif, namun kata dia, pihaknya hanya ingin agar kelompok tani itu tertib administrasi, karena keberadaan kelompok tani itu berkaitan dengan RDKK dalam suatu kelompok. Tegasnya
Baca juga: Publik Ingin Tahu, Pemilik CV. Jatim Wangi Merajai di Kab. Sumenep
"Alhamdulillah, di Pasongsongan kita sudah lakukan klarifikasi dengan BPP kec. Pasongsongan, Gapoktancam, dan tidak menemukan adanya kelompok fiktif, jadi dugaan adanya kelompok fiktif itu akan digelar di kecamatan lain"
Kata Zaini, pihaknya akan menyisir ke daerah kecamatan lain, untuk mengungkap adanya kelompok fiktif yang meresahkan sebagian kelompok di masyarakat. Pungkasnya
Sementara, Koordinator Balai penyuluh pertanian (BPP) Kec. Pasongsongan Kab. Sumenep, Bahtiar, mengaku, sudah melakukan koordinasi kepada sejumlah kelompok binaannya di Kec. Pasongsongan.
Kata Bahtiar, keberadaan kelompok Tani di sepuluh desa yang ada di Kecamatan Pasongsongan kurang lebih 400 sudah dilakukan pembaharuan administrasi sesuai dengan RDK dan RDKK kelompok tani.
"Jadi, Dugaan Kelompok tani fiktif, di Kecamatan Pasongsongan itu tidak ada, kita sudah berbenah, dan memperbaiki administrasi kelompok sesuai dengan RDKK"
Baca juga: Proyek di Sumenep, Diduga Salah Sasaran, CV. Jatim Wangi Diminta Bertanggungjawab
Meski, kata Bahtiar, diantara sepuluh desa itu tidak semuanya petani, sebagian ada nelayan, karena areal lokasi di kecamatan pasongsongan itu sebagian berada di bibir pantai"
Ia juga menjelaskan, Data desa di Kecamatan Pasongsongan, diantaranya, Desa Panaongan, Padandangan itu hampir masyarakatnya nelayan, makanya, masyarakat di Kecamatan Pasongsongan itu bervariasi.
sementara, di Desa Lebeng Barat, Lebeng Timur, Campaka, Prancak, Rajun, Montorna, dan Soddara, mayoritas para petani, makanya kita melakukan pembinaan kelompok itu berdasarkan administrasi. Jelasnya
Baca juga: Drs, Sirajum Munir M.Pd, Terpilih Sebagai Kepsek SMAN I Sumenep
Bahtiar menjelaskan beberapa keunggulan masyarakat di kecamatan pasongsongan, salah satunya di Desa Prancak, sebuah usaha Kopi milik masyarakat tembus ke mancanegara, bahkan, keberadaan Kopi tersebut, hampir sama dengan Kopi sejenis Robusta.
"Di desa Prancak, ada kopi sejenis Robusta dan sangat bagus, mungkin karena lahannya cocok, dan ada aliran angin laut yang berhembus ke selatan tepat ke arah Desa Prancak",
Makanya di desa tersebut, segala jenis tumbuh-tumbuhan itu menghasilkan produk unggulan, seperti tembakau dan bibit kopi milik masyarakat setempat. Pungkasnya. AR
Editor : Moch Ilham