APH Diminta Serius Tangani Penambangan Pasir Ilegal di Jombang

surabayapagi.com
Aktivitas penambangan pasir ilegal di Desa Bugasur kedaleman Kecamatan Gudo Jombang. SP/Sarep

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Aparat penegak hukum (APH) didorong untuk melakukan penerbitan aktivitas penambangan pasir mekanik ilegal di Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, Jombang. Karena aktivitas penambangan pasir ilegal di aliran sungai Konto Gudo Jombang, tersebut bisa merusak lingkungan.

"Kita minta aparat dan Pemkab Jombang serius menangani ini. Soalnya dulu di Bugasurkedaleman tanggulnya jebol, akibat adanya aktivitas penambangan pasir ilegal," kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Jombang, Miftahul Huda, Sabtu (25/11/2023).

Baca juga: Tambang Pasir Ilegal di Gudo Jombang Diduga Milik Oknum Perangkat Desa

Politisi PKB ini mengungkapkan, jika kegiatan penambangan dilakukan secara ilegal apalagi merusak lingkungan, maka menjadi tanggul jawab kepolisian menindak. ”Kan sudah jelas diatur dalam undang-undang, jika melakukan kegiatan pertambangan secara ilegal bisa dijerat pidana,” ungkap Huda.

Dia pun menyinggung pendapatan daerah dari sektor aktivitas pertambangan. Pasalnya di wilayah Jombang banyak titik-titik kegiatan tambang. ”Kita nanti akan minta laporan, baik dari pendapatan termasuk status izinnya semua, khususnya kegiatan di sekitar Rolak 70,” tandasnya.

Baca juga: Pemilik Tambang Pasir Ilegal di Gudo Jombang Bisa Dipenjara 10 Tahun

Menurutnya, pemkab harus punya hitungan rasional. Dari banyaknya kegiatan tambang di Jombang, berapa pendapatan yang diterima pemkab serta dampak-dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang.

”Misal dampak kerusakan jalan, irigasi pertanian dan lain-lain harus dihitung, terus berapa pendapatan yang masuk ke daerah,” tandasnya. Memang lanjut Huda, kewenangan perizinan ada di provinsi, namun sebelum diajukan ke provinsi, pastinya harus melalui rekomendasi dari pemkab.

Baca juga: Janji DLH Jombang Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di Gudo Jombang

”Karena kita yang ditempati, misal ada dampaknya tanggul jebol, banjir seperti kemarin, yang paling merasakan dampaknya warga Jombang,” pungkasnya.sar

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru