Antisipasi Banjir, Proyek Pengendali Banjir Dituntaskan Lebih Cepat

surabayapagi.com
Pembangunan infrastruktur irigasi dan pengendalian banjir rehab di bendung Tamansari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. SP/ DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokoerto - Pembangunan infrastruktur irigasi dan pengendalian banjir di Kabupaten Mojokerto tuntas lebih cepat bersamaan memasuki pancaroba musim hujan.

Setidaknya, ada sepuluh proyek strategis oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Tahun 2023, yang meliputi enam titik pekerjaan bangunan bendung, pekerjaan saluran 400 meter, pekerjaan bangunan Sadap empat buah dan 13 pekerjaan pintu air.

Baca juga: Miliki Ornamen Tak Lazim, Masjid di Mojokerto Punya Ruang Bawah Tanah dengan 6 Musala

"Sudah tuntas semuanya pertengahan November ini sudah selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Dampaknya untuk mempertahankan dan meningkatkan layanan irigasi, mendukung ketahanan pangan dan pengendalian banjir," ucap Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin melalui Kabid SDA, Rois Arif Budiman.

Menurut Rois, kegiatan sepuluh pengerjaan irigasi dan pengendalian banjir meliputi peningkatan Afvour Sumberwaru, peningkatan Bendung Jabontegal dan peningkatan Bendung Sadar.

Lalu, tujuh titik rehabilitasi irigasi di Bendung Balongmasin, Daerah irigasi Wonokusumo, saluran irigasi Desa Randubango Kecamatan Mojosari, Rehabilitasi saluran irigasi Dusun Belahan, Daerah irigasi Sukoanyar, Daerah irigasi Sumberkembar dan Rehabilitasi Daerah irigasi Tamansari.

Baca juga: Musrenbang Kecamatan Magersari jadi Pembuka Perencanaan Pembangunan Kota Mojokerto 2027 di Tingkat Kecamatan

"Dampak dari pengerjaan proyek irigasi dan pengendalian banjir dengan total nilai manfaat sekitar 1.216 hektare areal persawahan," jelasnya, Kamis (30/11/2023).

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur irigasi dan pengendalian banjir tahun ini merata di setiap wilayah yakni di Kecamatan Ngoro, Kecamatan Pungging, Kecamatan Mojoanyar, Kecamatan Kutorejo, Kecamatan Mojosari, Kecamatan Dlanggu dan Kecamatan Pacet.

Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan

Sasaran peningkatan Afvour dan rehab irigasi telah disesuaikan dengan tingkat prioritas daerah yang perlu penanganan secepatnya.

"Jadi kita punya sistem perencanaan yang dari data teknis kita untuk memprioritaskan daerah yang perlu segera untuk rehab maupun peningkatan Afvour. Dari usulan masyarakat dan bersifat darurat karena dampak bencana," pungkasnya. Dwi

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru