PT JPC Digugat 5 Miliar, Diduga Langgar Perjanjian 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Diduga langgar perjanjian,PT JPC dan Kiagus Firdaus digugat 5 Miliar oleh Edy Susanto Santoso.
Diduga langgar perjanjian,PT JPC dan Kiagus Firdaus digugat 5 Miliar oleh Edy Susanto Santoso.

i

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun– ‎Gugatan Rp5 miliar dilayangkan Edy Susanto Santoso warga Ponorogo terhadap PT Jatim Parkir Center (JPC) dan Kiagus Firdaus terkait dugaan penyalahgunaan lahan di Jalan dr Soetomo, Kota Madiun. 

‎Gugatan ini dilayangkan karena perjanjian pinjam pakai bangunan dinilai tidak dijalankan sesuai kesepakatan antara Edy Susanto dan Kiagus Firdaus, warga Kota Malang.

‎Dalam Akta Perjanjian Notaris Ali Fauzi Nomor 169 tanggal 26 Oktober 2021, Edy Susanto merupakan pemilik SHGB Nomor 216 berupa tanah dengan luas 3.380 meter persegi beserta bangunan di kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

‎Dalam akta tersebut Edy dan Kiagus membuat perjanjian pinjam pakai bangunan dengan sistem bagi hasil 40:60.

‎“Pada kenyataannya bukan hanya bangunan yang dikelola. Lahan kosong milik klien saya juga digunakan sebagai lahan parkir yang dikelola PT JPC,” ungkap Krisdiyansari Kuncoro Retno, kuasa hukum Edy Susanto, usai sidang, Selasa (19/5/2026).

‎Kiagus juga disebut menyewakan lahan untuk kios atau warung tanpa sepengetahuan Edy Susanto. Selama kerjasama berlangsung, pihak Edy mengaku tidak pernah menerima laporan keuangan maupun keterbukaan pengelolaan keuangan, sebagai dasar pembagian hasil sesuai perjanjian.

‎Selama kerjasama berjalan, Edy hanya menerima  Rp2,5 juta per bulan. Uang itu disebut sebagai gaji.

‎“Padahal klien kami tidak tercatat sebagai karyawan,” tegas Krisdiyansari.

‎

‎Karena merasa perjanjian tidak dijalankan sebagaimana mestinya, pihak Edy telah melayangkan somasi sebanyak tujuh kali sejak 2024. Karena tidak ada itikad baik, pihak Edy kemudian mengajukan gugatan perdata. 

‎Gugatan ditujukan kepada Kiagus Firdaus atas dugaan wanprestasi dalam perjanjian pinjam pakai, serta kepada PT JPC yang menggunakan lahan milik Edy untuk parkir tanpa izin.

‎“Karena dalam perjanjian tidak ada klausul penggunaan lahan, hanya bangunan saja,” tegas advokat dari kantor hukum Athena & Partners Surabaya tersebut.

 

‎Dalam gugatannya, pihak Edy  selaku penggugat meminta majelis hakim membatalkan perjanjian pinjam pakai dan memerintahkan pengosongan objek sengketa. Penggugat juga menuntut kerugian materiil sebesar Rp41.104.080 untuk biaya operasional serta Rp288 juta terkait pembagian keuntungan.

‎Selain itu, penggugat menuntut pembayaran kerugian immateriil sebesar Rp5 miliar.

‎“Nominal itu untuk pemulihan keadaan atas reputasi usaha dan tekanan psikologis akibat sengketa berkepanjangan yang dirasakan klien kami,” jelas Krisdiyansari.

‎Diketahui, sidang perdana perkara tersebut digelar pada 7 April 2026 dan sempat memasuki tahap mediasi. Namun, proses mediasi dinyatakan deadlock.

‎

‎Menurut Krisdiyansari, salah satu penyebab mediasi gagal karena pihak tergugat meminta kompensasi sebesar Rp2,5 miliar atas penghentian perjanjian dan pengosongan lahan.

‎

‎“Kami jelas menolak karena tidak masuk akal dan tidak ada dasar hukumnya. Sebab, lahan serta bangunan sejak awal merupakan milik klien kami dan tidak ada kesepakatan mengenai penggantian biaya apabila perjanjian pinjam pakai dihentikan,” tegasnya.

‎Sementara itu, kuasa hukum pihak tergugat Adib Rijananto mengaku telah memenuhi kewajiban sesuai akta perjanjian pinjam pakai antara Edy Susanto dan Kiagus Firdaus.

‎“Kami tetap memenuhi prestasi sebagaimana perjanjian. Intinya kami tetap memberikan hak Pak Edy,” ujar Adib usai sidang 

‎Ia juga membenarkan bahwa mediasi tidak tercapai kesepakatan alias deadlock. Menurutnya, pihak penggugat meminta pembatalan perjanjian, sedangkan pihak tergugat meminta penggantian biaya yang telah dikeluarkan.

‎“Waktu itu kami membangun dan pihak parkiran juga mengeluarkan biaya. Intinya, dari JPC itu memang owner-nya juga ada dalam perjanjian tersebut, bukan disewakan kepada pihak lain. Itu saja,” jelas Adib.

‎Karena mediasi tidak menghasilkan kesepakatan damai, sidang dilanjutkan ke tahap berikutnya. Adib mengatakan pihaknya akan menyampaikan jawaban atas gugatan Edy Susanto pada sidang selanjutnya.

‎“Sempat ada mediasi, tetapi memang tidak berhasil. Artinya sidang tetap berlanjut dan kami akan mengikuti jadwal dari pengadilan,” ujarnya.mdn

‎

Berita Terbaru

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…

Industri Hulu Migas Butuh Talenta Lintas Disiplin, Mahasiswa UNAIR Diajak Siapkan Diri

Industri Hulu Migas Butuh Talenta Lintas Disiplin, Mahasiswa UNAIR Diajak Siapkan Diri

Minggu, 01 Nov 2026 17:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tantangan menjaga ketahanan energi nasional tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan tenaga teknik. Industri hulu minyak dan gas bumi (…