SURABAYAPAGI.com, Palestina - Konflik antara Palestina dan Israel belum juga berakhir. Bahkan, kini gencatan senjata sudah berakhir pada Jumat (01/12/2023) kemarin. Dalam insiden yang berlangsung tersebut sudah menewaskan sebanyak 67 jurnalis per 7 Oktober hingga 1 Desember 2023.
"Baru-baru ini tiga rekan kami tewas akibat serangan Israel. Ketiganya adalah Adham Hassoneh yang merupakan profesor media pada Universitas Gaza, dan dua kamerawan Abdullah Darwish dan Montaser Al-Sawaf," kata Ketua Komite Kebebasan Mohammed al-Laham seperti dilansir Wafa.
Baca juga: Wanda Hamidah, Gagal Berlayar ke Gaza
"Kematian ketiga orang ini menambah jumlah wartawan yang tewas. Khususnya di Jalur Gaza menjadi 67 orang," ujarnya menambahkan, Minggu (03/12/2023).
Baca juga: Surah An-Nur ayat 55, Janji Kemenangan Warga Palestina
Sementara itu, Wakil ketua Hamas Saleh al-Arouri mengatakan kepada Al Jazeera pada Sabtu bahwa tidak ada lagi sandera yang akan ditukar dengan Israel sampai terjadi gencatan senjata di Gaza.
Ketua Komite Kebebasan Mohammed al-Laham mengungkapkan kesulitan dalam melakukan tugas memantau dan mendokumentasi peristiwa terus menjadi rintangan besar dalam membuktikan data, akibat semakin gencarnya pasukan Israel melakukan penyerangan.
Baca juga: Manuver Prabowo untuk Jinakkan Israel di Forum PBB
Komite itu mengaku kehilangan kontak dengan dua rekannya sejak hari pertama agresi, sehingga sampai kini tak bisa mengetahui nasib kedua orang itu. Keduanya adalah Nidal al-Wahidi dan Haytham Abed al-Wahad.
“Meski sejumlah sumber laporan mengabarkan Hasanat masih hidup, komite itu belum dapat memastikan kabar tersebut”, kata Laham. pls-01/dsy
Editor : Desy Ayu