SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Ribuan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Lamongan menanti komitmen Pemerintah Daerah untuk mencairkan dana insentif senilai Rp 900 ribu sekali dalam setahun, yang hingga tutup tahun dana tersebut tak kunjung dicairkan.
Dana insentif yang diperuntukkan bagi para guru pejuang agama di Desa dan Pondok Pesantren tersebut, kurang lebih sebanyak 6.600 guru itu sangat diharapkan bisa cair jelang tutup tahun, karena dana itu sudah dianggarkan dalam APBD 2023 oleh Pemerintah Daerah.
Baca juga: Dinas LH Sebut PT Zam-Zam Deal Properti Belum Ajukan Perubahan Dokumen Lingkungan
"Iya memang sampai hari ini insentif guru Madin belum cair, dan kami sangat berharap insentif itu bisa dicairkan segera," kata Abdul Ghoni Bendahara Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Lamongan, saat dihubungi surabayapagi.com, Rabu, (27/12/2023).
Disebutkan olehnya, anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Daerah seperti yang sudah dijanjikan oleh bupati, sekitar Rp 6.030.000.000 (Enam miliar tiga puluh juta rupiah) untuk 6600 guru Madin yang tersebar di 27 Kecamatan. "Kami memang dijanjikan dapat dana insentif dari pemerintah melalui Dinas Pendidikan, namun belum ada informasi kapan dana itu dicairkan,"ujarnya.
Padahal lanjut Gus Ghoni panggilan akrabnya, dana itu sangat diharapkan oleh guru Madin bisa cair sebelum tutup tahun yang kurang hitungan hari ini. "Tentu kami di pihak guru Madin sangat berharap dana insentif itu bisa cair akhir tahun ini," harapnya.
Baca juga: Dukung Akurasi Awal Bulan Hijriah, Lamongan Luncurkan Aplikasi Hisab Rukyat
Harapan para guru Madin tambah Ghoni, bukan tanpa alasan menunggu pencairan dana insentif itu, karena semua orang tahu kesejahteraan para guru Madin ini masih jauh dari harapan."Guru Madin itu rata-rata digaji tidak lebih dari 200 ribu setiap bulannya, kalau ada bantuan dana insentif seperti yang dijanjikan oleh Pemda, tentu itu sangat diharapkan, karena itu sangat bermanfaat untuk para guru Madin," ungkapnya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Munif Syarif saat dihubungi mengiyakan kalau dana insentif bagi guru MDT itu belum cair, dan hingga saat ini masih proses. "Iya belum cair masih proses," ujarnya.
Saat didesak apakah dana insentif itu tetap akan dicairkan akhir tahun ini, mantan Direktur Bank Daerah Lamongan itu mengiyakan. "Insyaallah masih proses," singkatnya tanpa menjelaskan tanggal dan hari apa dana yang diperuntukkan bagi guru Madin itu dicairkan.
Baca juga: Belum ada Progres, Komisi C Anggap Pengembang Grand Zam-Zam Residence "Balelo"
Sekedar diketahui, seperti pada pemberitaan sebelumnya, kalau keuangan daerah Kabupaten Lamongan tahun ini tidak sehat. Bahkan sejumlah pelaksanaan kegiatan dengan pihak ketiga sampai ada yang dibayar tunda tahun depan.
Melihat situasi keuangan yang demikian ini, pencairan dana insentif untuk guru Madin di Lamongan bisa saja tidak cair, lantaran keuangan daerah dalam kondisi tidak sehat, karena sampai saat ini APBD Lamongan masih mengandalkan dana bagi hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat. jir
Editor : Moch Ilham