SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai upaya untuk menekan angka kecelakaan, Pemkab Lamongan melalui Dinas Perhubungan membangun dua palang pintu Kereta Api (KA) dan pada Kamis, (11/1/2023) diresmikan oleh bupati Yuhronur Efendi.
Dua unit pos penjagaan dan palang pintu perlintasan sebidang jalur perlintasan langsung (JPL) kereta api yang diresmikan itu, berada di perlintasan JPL 218 Warukulon, Kecamatan Pucuk, dan JPL 256 Sawo, Kecamatan Babat.
Baca juga: Dukung Akurasi Awal Bulan Hijriah, Lamongan Luncurkan Aplikasi Hisab Rukyat
“Palang pintu ini penting, beberapa kali kita mendengar berita tabrakan dan kecelakaan yang diakibatkan oleh kereta api,” kata Pak bupati yang kerap disapa Pak Yes saat melaunching operasional palang pintu dan pos jaga di JPL 218.
Terlebih, perkembangan perkeretaapian mengalami tren kemajuan yang pesat. Sehingga perlu adanya keselarasan pada keselamatan perlintasan sebidang.
“Perkembangan pesat kereta api yang dulu berapa puluh, tahun 2023 menjadi 64 kereta yang lewat di perlintasan Lamongan. Bahkan saat ini mencapai 70 kali dan kecepatannya paling rendah 160 km/ jam sehingga jarak tempuh kereta ini semakin sebentar," terangnya.
Selain itu, KA sekarang ini semakin cepat dan semakin baik pelayanannya. Dulu ada satu perlintasan, sekarang dua perlintasan, dan direncanakan akan ada tiga. Ini lah yang mengharuskan untuk mengantisipasinya, membuat tanggungjawab bersama akan keselamatan masyarakat melintasi rel kereta.
Baca juga: Belum ada Progres, Komisi C Anggap Pengembang Grand Zam-Zam Residence "Balelo"
Di tahun 2022 Pemkab Lamongan telah membangun palang pintu sebanyak sembilan (9) unit. Sementara, ditahun 2023 dibangun sebanyak menjadi 12 unit, ditambah dari swadaya masyarakat sebanyak 10 unit. Dengan diterimanya bantuan dua palang pintu dan pos penjagaan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menambah keberadaan palang pintu dari Kecamatan Deket hingga Kecamatan Babat menjadi 33 unit.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan, Haru Widi, mengungkapkan, jumlah perlintasan kereta api di Kabupaten Lamongan awalnya sebanyak 73 perlintasan. Dari jumlah tersebut sebanyak 19 perlintasan ditutup karena dianggap tidak efektif. Sehingga menjadi 54 perlintasan untuk dimintakan rekomendasi ke pusat, namun karena 10 diantanya belum ada penjaga maka pusat hanya menyetujui 44 perlintasan.
“Tinggal 11 perlintasan, insyallah di tahun 2024 akan dibangun enam (6) perlintasan, tinggal lima (5) tapi kami berharap ini di selesaikan semuanya. Dan yang tadi ditolak, mohon partisipasinya Pak Kades, berikan penjaganya nanti kita mintakan rekomendasikan ke pusat, nanti bisa dibangun sesederhana mungkin paling tidak, yang penting harus buat perlintasan dan wajib ada penjaganya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Warukulon, Nur Hasan mengungkapkan, keberadaan palang pintu di JPL 218 sangat bermanfaat dan membantu masyarakat dalam melintasi rel kereta untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga Dinas Perhubungan Provinsi dan Dinas Perhubungan Lamongan. Desa kami diberikan palang pintu untuk keselamatan warga sekitar khusunya masyarakat Warukulon Pucuk, yang ini untuk menuju Sugio jadi ini sangat tepat di taruh disini. Apalagi di tahun 2022 pernah terjadi kecelakaan yang sangat mengenaskan saat acara gerak jalan 17-an, jadi ini sangat berguna,” pungkasnya. jir
Editor : Moch Ilham