Ekspor Durian Parigi Moutong ke Thailand Pacu Perekonomian Daerah

surabayapagi.com
Komoditas durian asal Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. SP/ SLW

SURABAYAPAGI.com, Sulawesi - Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kemenkop UMKM) berkolaborasi dengan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) serta Pemerintah Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan ekspor durian ke Thailand.

Deputi Bidang UKM KemenKop UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, jika ekspor komoditas durian asal Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sangat membantu meningkatkan perekonomian daerah.

Baca juga: Heboh! Diduga Lakukan Kekerasan Fisik ke Siswa, Pelatih Basket di Sekolah Surabaya Harus 'Dipecat'

"Tentunya kami merespons baik kegiatan ekspor komoditas ini, karena tidak semua darah mampu melakukannya," jelasnya, Selasa (16/01/2024).

Sementara itu, menurutnya, kegiatan ini sesuai dengan arah kebijakan pemerintah. Yakni hilirisasi berbasis UMKM, adanya kemitraan, serta ekspor, dan itu telah terwujud berkat kerja sama yang baik.

Sedangkan kegiatan ekspor yang diprakarsai Apdurin ini dikerjasamakan dengan empat perusahaan. Kemitraan dengan usaha menengah maupun besar dapat membantu peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha durian, diantaranya PT Herofruit Sumber Sukses, PT Silvia Amerta Jaya, PT Amerta Nadi Argo Cemerlang, serta PT Ammar Durian Indonesia.

Kemitraan tersebut dilakukan dalam berbagai bentuk seperti penyediaan bahan baku, pemasaran, dan pengembangan teknologi serta pembangunan ekosistem rantai pasok produksi.

Baca juga: Viral Sumur Bor Milik Warga di Bangkalan Keluarkan Minyak, Pemkab Mulai Uji Lab

"Ini adalah model yang sangat baik antara Apdurin dengan pemerintah dan pengusaha, model seperti ini yang harus kita lakukan, di mana perusahaan besar bisa bermitra dengan UMKM untuk mendorong ekspor," ucap Hanung.

Diketahui, pasar global untuk durian diperkirakan mengalami pertumbuhan pada 2020 hingga 2026 sekitar 7,1 persen. Hal ini membuka peluang yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor durian.

"Durian adalah idea yang bagus, karena permintaan durian cukup tinggi. Secara agronomi Kabupaten Parigi Moutong menjadi tempat paling ideal untuk pertumbuhan komoditas tersebut," kata Hanung.

Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Penertiban Ormas di Jatim, Buntut Kasus Pengusiran Nenek Elina

Selain itu, Parigi Moutong memiliki potensi di sektor pertanian baik tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan. Salah satunya dengan adanya 3.833 hektare perkebunan durian yang tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan jumlah produksi sekitar 305.419 ton per tahunnya.

Hanung juga berharap agar pemerintah daerah bisa mengambil posisi untuk menentukan komoditas unggulan di daerahnya, kemudian dilakukan scale-up nilai ekonominya agar bisa ekspor.

“Kami berharap ini bisa direplikasikan untuk komoditas yang lain dan di kabupaten yang lain, atau di kabupaten yang sama dengan komoditas berbeda,” kata Hanung. slw-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru